Kabar satu keluarga meninggal dunia terbakar akibat disinfektan di Sumatera Utara beredar di media sosial.
Salah satu akun Facebook mengunggah video lima jenazah yang sedam disemayamkan ditutup dengan kain putih merah, nampak jenazah dalam video tersebut mengalami luka bakar. Narasi sebagai berikut:
"Satu keluarga baru pulang makan di restoran/ 5 org. Sampe di rumah badan nya di semprot Disinfektan Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok Langsung terbakar Istri dan anak2 nya ingin menolong Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol Ikut terbakar semua Akhir nya ber lima meninggal Hati2 para perokok ternyata disinfektan bisa menyala kalo kena api , kejadian di medan"
Penelusuran
Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim satu keluarga meninggal dunia akibat disinfektan. Penelusuran menggunakan Google Search dengan kata kunci "satu keluarga meninggal terbakar disinfektan di sumut."
Artikel mengarah pada situs Liputan6.com berjudul "Heboh Keluarga Tewas Terbakar Akibat Disinfektan di Siantar, Begini Faktanya" yang dimuat pada 12 Oktober 2020.
Artikel situs liputan6.com menyebutkan, pascakebakaran hebat yang melanda gudang gas elpiji di Jalan Penyabungan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu, 26 September 2020, beredar kabar penyebab kebakaran akibat disinfektan.
Terkait kabar tersebut, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).
Disinggung apakah kabar yang beredar tersebut hoaks, Edi yang dikonfirmasi melalui WhatsApp hanya menjawab singkat, dengan menyebut, "Masih dalam penyelidikan," ucapnya, Senin (12/10/2020).
Penelusuran dilanjutkan dengan kata kunci 'kebakaran gudang gas LPG pematang siantar'. Dilansir dari Detik.com berjudul "Gudang Penyimpanan Gas Elpiji di Sumut Terbakar, 5 Orang Tewas" dimuat pada 27 September 2020.
Rumah dan gudang penyimpanan elpiji di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), terbakar. Akibatnya, 5 orang tewas dalam kejadian ini.
"Kejadian kebakaran rumah dan gudang elpiji di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, pada Sabtu (26/9) pukul pukul 19.30. Korban jiwa 5 orang," kata Kapolsek Siantar Barat, Iptu Esron Siahaan saat dimintai konfirmasi, Minggu (27/9/2020).
Kelima korban adalah AM (67), YN (39), KK (12), CK (15), dan KK (6). Sedangkan kerugian akibat kebakaran ini ditaksir Rp 1,5 miliar.
Esron mengatakan kebakaran ini diduga karena ledakan tabung elpiji. Dia mengatakan, di awal terjadinya kebakaran, terdengar dua kali ledakan.
"Saksi di lokasi mengatakan terdengar dua kali suara ledakan gas, selanjutnya melihat ke sumber suara ledakan terlihat ada kobaran api dari bagian tengah rumah yang terbakar," ujarnya.
Salah satu korban berinisial AM, kata Esron, sempat ke luar rumah saat api sudah mulai membesar. Namun dia kembali masuk untuk menyelamatkan korban YN yang berada di lantai 2 rumah.
"Api semakin membesar dikarenakan adanya puluhan tabung gas yg masih berisi dan bahan-bahan plastik, 2 unit mobil dan 1 unit sepeda motor," ucap Esron.
Pemadam kebakaran yang datang baru bisa memadamkan api setelah 5 jam sejak terjadinya kebakaran. Usai api padam, petugas kemudian menemukan korban dalam kondisi luka bakar di seluruh tubuh.
"Sekira pukul 00.20 WIB keseluruhan jenazah korban jiwa dievakuasi dari dalam gedung. Selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Djasamen Saragih untuk keperluan Visum. Keluarga korban membuat pernyataan agar korban tidak dilakukan autopsi," jelas Esron.
Kesimpulan
Kabar satu keluarga meninggal dunia akibat disinfektan adalah belum terbukti. Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Sumut.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.