Kabar penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan soft lens atau lensa kontak di matanya beredar di media sosial.
Seperti diketahui mata Novel mengalami kerusakan akibat disiram air keras pada tahun 2017 silam.
Informasi Novel menggunakan sofl lens diunggah akun Facebook Chang Haoren yang turut mengunggah sebuah tangkapan layar salah satu akun twitter pada 7 November 2019. Tangkapan layar tersebut bernarasi:
"Seluruh Indonesia kena tipu. Manusia Kadang Kelupaan.. Itu Shoflens Kadang Dipasang Kiri, Kadang Dikanan.. Maaf Cuma Mengingatkan Aja Pak.. #SeluruhIndonesiaKenaTipu."
Akun Chang Haoren menambah narasi dalam unggah tersebut, sebagai berikut:
"Merdeka itu adalah jika Kita bisa memandang orang lain dengan sebelah mata."
Penelusuran
Cek Fakta merdeka.com menelusuri kabar Novel Baswedan menggunakan soft lens atau lensa kontak di matanya.
Dilansir dari merdeka.com berjudul "Novel Baswedan di Depan Hakim: Mata Kiri Buta 100 Persen, Mata Kanan 50 Persen" dimuat pada 30 April 2020.
Saat itu Novel hadir dalam persidangan kasus penyiraman air keras, Kamis (30/4). Di hadapan majelis hakim, Novel menceritakan kondisi mata kirinya yang buta 100 persen. Menurutnya, itu dikarenakan teror siraman air keras pada tahun 2017.
"Saat ini kondisi mata saya yang kiri sampai sekarang tidak bisa lihat sama sekali tapi kalau mata kanan penglihatan saya 50 persen tak bisa lihat," kata Novel di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (30/4).
Novel juga menceritakan kepada majelis hakim soal pengobatannya selama beberapa tahun terakhir. Baik di dalam maupun luar negeri. Dia menuturkan sejak awal tersiram cairan air keras oleh orang tak dikenal, sudah beberapa rumah sakit disambangi, mulai dari RS Mitra, Jakarta Eye Center, dan rumah sakit di Singapura.
"Saya di Singapura menjalani operasi dengan menggunakan gigi taring saya, dengan membuat jaringan yang rusak, namun hasilnya memang tidak dapat melihat," jelas Novel.
Dari tingkat keparahan matanya saat ini, Novel menegaskan bahwa cairan yang disiram kepadanya bukanlah air accu seperti sempat ramai diperbincangkan. Menurut Novel, cairan tersebut adalah air keras. Itu bisa dibuktikan dengan rekam medisnya selama menjalani pengobatan.
"Saya terasa seperti terbakar di wajah saya, jadi saya ingin sampaikan ini bukan air accu, saya ada dengan bukti-buktinya," kata Novel.
Sementara itu, dalam artikel berjudul "Novel Tersinggung Mata Kirinya Disebut Pakai Soft Lens" yang dimuat CNN Indonesia pada 30 April 2020. Novel Baswedan merasa tersinggung ketika salah seorang penasihat hukum terdakwa kasus penyiraman air keras menanyakan perihal kebenaran kerusakan matanya.
Mulanya, salah seorang penasihat hukum terdakwa menanyakan apakah Novel mengalami luka di mata kirinya sehingga membentuk bulatan hitam kecil, atau memakai lensa kontak alias soft lens.
"Mohon izin, boleh bertanya, apakah mata sebelah kiri ini memang begitu membentuk lukanya, mohon maaf ini saudara saksi, jangan salah mengartikan, apakah memang itu saksi pakai soft lens atau memang itu luka betulan?" tanya salah seorang penasihat hukum terdakwa kepada Novel dalam persidangan kasus penyiraman air keras di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang disiarkan secara online, Kamis (30/4).
Menanggapi ini, Novel lantas menyinggung politikus PDI Perjuangan (PDIP) Dewi Tanjung yang sempat meragukan kerusakan matanya dan melaporkan dirinya ke polisi atas dugaan rekayasa penyiraman air keras.
"Memang saya mengetahui ada oknum tertentu yang membuat cerita seperti itu. Walaupun dilaporkan, tapi tidak diproses. Tapi itu faktanya," jawab dia.
"Saya pastikan ini bukan soft lens dan mata saya dipegang enggak apa-apa. Cuma, saya enggak mau pegang karena tangan saya enggak higienis. Dipegang enggak apa-apa, kalau Anda punya cotton bud mau dicolok boleh," timpalnya.
Kemudian, Novel menilai bahwa pertanyaan yang dilontarkan penasihat hukum terkesan merendahkan.
"Karena kata-kata itu kurang lebih merendahkan. Seolah-olah dokter bohong, saya bohong," imbuhnya.
Kesimpulan
Kabar Novel Baswedan menggunakan soft lens atau lensa kontak di matanya adalah tidak benar. Faktanya Novel mengatakan kondisi mata kirinya yang buta 100 persen itu dikarenakan teror siraman air keras pada tahun 2017.
Novel juga membantahkan memakai lensa kontak alias soft lens di matanya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.