Beredar penggalan adegan dalam sinetron komedi Bajaj Bajuri di media sosial Twitter dan WhatsApp. Salah satunya akun Twitter @pleasedpeople. Akun ini mengunggah cuplikan video berdurasi 59 detik. Video ini diduga meramal Covid-19. Sitkom tersebut dibuat pada tahun 2002.
Dalam penggalan adegan, salah satu pemain bernama Said mengatakan bahwa ada flu dari China yang gejalanya mirip Covid-19.
"Itu penyakit menular dari China, Mpok. Gejalanye panas dingin sama batuk. Bahaya mpok, penyakit itu bisa nular. Yang udah kena bisa meninggal," kata pemain di sitkom Bajaj Bajuri.
Kemudian, salah satu pemain bernama Ucup juga menjadi pasien yang harus dikarantina. Saat itu, rumah Bajuri didatangi oleh petugas kesehatan untuk menjemput Ucup yang sedang sembunyi.
Dalam video itu, Ucup tidak mau dikarantina dan memaksa kabur dari petugas kesehatan. Alasannya karena ia merasa sehat.
Penelusuran
Menurut penelusuran merdeka.com, cuplikan sitkom Bajaj Bajuri yang dikaitkan dengan ramalan Covid-19 adalah tidak benar. Dilihat dari video sitkom Bajaj Bajuri yang lebih lengkap, dijelaskan bahwa saat itu sedang ada wabah SARS.
Dalam video lengkap sinetron komedi Bajaj Bajuri episode 205 berjudul "Katakan Saja Ogah Berpuasa" yang diunggah akun Youtube Bang Ros, diceritakan saat itu tengah dilanda wabah SARS.
Pada menit ke 27:47, Oneng, salah satu pemain Bajaj Bajuri diceritakan membeli obat untuk ibunya dan Ucup. Oneng mengatakan bahwa ibunya dan Ucup mengalami panas dingin dan batuk.
Said langsung mengatakan bahwa itu SARS. "SARS, itu penyakit menular dari China, Mpok. Gejalanye panas dingin sama batuk. Bahaya mpok, penyakit itu bisa nular. Yang udah kena bisa meninggal," kata Said.
Seperti diketahui, SARS juga berasal dari virus Corona.
Dalam artikel merdeka.com berjudul "Jumlah Korban Virus Corona di China Kini Melebihi Wabah SARS Ketika 2002-2003" pada 29 Januari 2020, dijelaskan bahwa wabah SARS melanda pada tahun 2002 sampai 2003.
Jumlah kasus orang yang terpapar virus corona di China kini melebihi kasus pada saat wabah SARS merebak di 2002 dan 2003.
Dikutip dari laman CNN, Rabu (29/1), sedikitnya sudah ada 5.974 kasus corona yang tercatat di China daratan hari ini. Sedangkan pada 16 Agustus 2003 kasus SARS mencapai 5.327, menurut Kementerian Kesehatan China.
Pemerintah China kemudian menghentikan laporan tentang kasus SARS pada hari itu dengan mengatakan tidak ada lagi ditemukan kasus SARS di seluruh China.
Secara total ada 8.098 kasus SARS di seluruh dunia dari November 2002 hingga Juli 2003 dan korban meninggal sebanyak 774.
Meski tampaknya wabah virus corona saat ini tidak semematikan SARS, tapi penyebarannya lebih cepat.
Kesimpulan
Penggalan adegan dalam sitkom Bajaj Bajuri yang diklaim meramal Covid-19 adalah tidak benar. Dalam video yang berdurasi 22 menit, ditegaskan bahwa sitkom tersebut menceritakan situasi saat wabah SARS.