CEK FAKTA: Tidak Benar Anak-Anak Kebal Terhadap Virus Covid-19, Ini Faktanya

Selasa, 1 Juni 2021 16:36 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Tidak Benar Anak-Anak Kebal Terhadap Virus Covid-19, Ini Faktanya Perpustakaan Sekolah Alam Tunas Mulia di Bantargebang. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Video seorang perempuan yang mengklaim sebagai peneliti mengatakan jika anak-anak kebal terhadap virus Covid-19. Ia juga menyebutkan jika anak-anak yang meninggal dalam waktu satu tahun ini tidak ada kaitannya dengan virus Covid-19.

"Virus ini tidak berpengaruh terhadap anak-anak. Mereka kebal terhadap virus ini. Dua ratus lebih anak meninggal dalam setahun, dan tidak ada hubungannya dengan dengan Covid-19. Hanya karena 200 lebih anak meninggal, kalian ingin menyuntikkan vaksin kepada anak-anak yang lain? Akuilah bahwa ini merupakan sebuah pembunuhan besar-besaran, genosida." kata perempuan tersebut dalam video.

hoaks anak anak kebal terhadap virus corona
Instagram

Sementara itu, dalam video terdapat tulisan agar vaksin dihentikan karena banyak anak-anak yang meninggal karena vaksin.

"Masihkah vaksin harus dipaksakan untuk masyarakat? Harus berapa banyak anak-anak mati karena vaksin dan membuat pemerintah sadar bahwa vaksin harus dihentikan?" demikian teks yang tertulis dalam video itu.

Penelusuran

Hasil penelusuran dengan melansir dari Tempo.co, klaim menyebut anak-anak kebal terhadap virus Covid-19 adalah keliru.

Faktanya, kasus di beberapa negara menunjukkan bahwa anak-anak tidak kebal terhadap Covid-19. Dilansir PloaAA#dari NPR, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), jumlah anak-anak yang terinfeksi Covid-19 di beberapa negara bagian di Amerika Serikat baru-baru ini mencapai 22,4 persen, lebih tinggi dibandingkan pada 2020 saat pandemi baru terjadi, yakni sebesar 3 persen.

Jumlah anak yang positif Covid-19 tersebut mencapai 71.649 orang dari 319.601 kasus per 29 April 2021. Diduga, salah satu penyebab meningkatnya kasus pada anak-anak adalah adanya varian baru virus Corona yang menyebar, B117, yang menjadi dominan di banyak negara dan lebih mudah menular.

Di Brasil, meskipun awalnya Covid-19 dinilai jarang menyebabkan anak-anak yang tertular penyakit ini meninggal, ternyata ada 1.300 bayi yang meninggal karena penyakit tersebut, seperti yang dilaporkan oleh BBC pada 15 April 2021.

Anak-anak di Indonesia pun juga tertular Covid-19. Jumlah anak-anak di Indonesia yang positif Covid-19 hingga 20 Desember 2020 mencapai 74.249 orang. Sedangkan data klaster sekolah atau pesantren sudah mencapai 3.711 kasus dan tersebar di berbagai provinsi.

Menurut Johns Hopkins Medicine, meskipun Covid-19 pada anak-anak biasanya lebih ringan ketimbang pada orang dewasa, beberapa anak bisa mengalami sakit yang parah dan komplikasi atau gejala jangka panjang yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Virus ini dapat menyebabkan kematian pada anak-anak meskipun lebih jarang ketimbang pada orang dewasa.

Sementara itu terkait vaksin Covid-19, vaksin Covid-19 telah melalui prosedur keamanan yang sangat ketat. Berdasarkan hasil pemberian vaksin Covid-19 Pfizer untuk anak-anak di AS, efek samping suntikan antara anak-anak dan orang dewasa sama.

Anak-anak akan merasakan sakit di lokasi suntikan, dan lebih lelah dari biasanya. Sakit kepala, nyeri otot atau persendian, bahkan demam dan kedinginan juga mungkin terjadi. Efek samping ini bersifat sementara dan bakal hilang dalam waktu 48 jam.

Selama ini, vaksinasi telah terbukti mencegah banyak kematian pada anak-anak akibat berbagai penyakit. Dikutip dari Unicef, pada abad ke-20, lebih dari 5,2 miliar orang meninggal, di mana 1,7 miliar orang di antaranya meninggal karena penyakit menular, seperti difteri (0,76 juta), hepatitis B (12,7 juta), campak (96,7 juta), meningitis (21,9 juta), polio (0,13 juta), cacar (400 juta), tetanus (37,1 juta), dan batuk rejan (38,1 juta).

Kesimpulan

Informasi anak-anak kebal terhadap virus Covid-19 adalah tidak benar. Faktanya, di beberapa negara anak-anak terinfeksi Covid-19.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://cekfakta.tempo.co/fakta/1386/keliru-anak-anak-kebal-terhadap-virus-corona-dan-yang-meninggal-tak-ada-kaitannya-dengan-covid-19

[lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini