CEK FAKTA: Hoaks, Provinsi di Kanada Akan Lakukan Darurat Militer Atasi Covid-19
Merdeka.com - Informasi salah satu provinsi di Kanada akan memberlakukan darurat militer karena masih ada Covid-19 beredar di media sosial. Informasi tercantum dalam judul video "EMERGENCY ALERT SHARE TO EVERYONE CANADA TO ENFORCE MARTIAL LAW" yang diunggah pada 1 Oktober 2021.
istimewa
Dalam cover video, tertulis darurat militer akan berlaku pada 8 Oktober sampai 16 Oktober 2021.
Penelusuran
Cek fakta merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi tersebut adalah hoaks.
Dalam artikel AFP Fact Check berjudul "Canadian province's Covid-19 order does not authorize martial law" pada 6 Oktober 2021, dijelaskan bahwa tidak ada darurat militer di Provinsi Saskatchewan, Kanada.
"Pemerintah Saskatchewan tidak akan menerapkan darurat militer, dan tidak akan menggunakan kekuatan darurat apa pun di luar apa yang diperlukan untuk mengelola penyebaran Covid-19 dan memastikan stabilitas sistem layanan kesehatan kami," kata Juru bicara Kementerian Kehakiman dan Jaksa Agung provinsi setempat.
Salah satu partai oposisi di Saskatchewan meminta pemprov setempat agar mendapat bantuan dari militer Kanada saat kasus Covid-19 melonjak. Namun Perdana Menteri Scott Moe menolak usulan itu. Dia ingin mencari bantuan federal di daerah lain, termasuk persetujuan percepatan tes Covid-19.
Kesimpulan
Informasi ada darurat militer di salah satu provinsi di Kanada adalah hoaks. Pemprov Saskatchewan tidak mengizinkan darurat militer, dan memilih meminta bantuan dari wilayah lain.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya