CEK FAKTA: Hoaks Pakaian Bekas Pasien Corona di China Masuk Indonesia

Kamis, 2 April 2020 17:31 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Pakaian Bekas Pasien Corona di China Masuk Indonesia hoaks tumpukkan pakaian bekas corona. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Sebuah video tumpukkan barang yang diduga pakaian beredar di media sosial Twitter. Salah satu pengunggah video dari akun Twitter @kharimakharima1 pada 30 Maret 2020. Video tersebut sudah diretweet 916 pengguna dan disukai 1,3ribu pengguna.

hoaks tumpukkan pakaian bekas corona

Berikut kutipan video tersebut:

"Ya Allah ...China memang bener" jahat ... mengirim baju" bundle pakaian bekas di pakai orang" Yg sudah mati akibat virus ...jgn beli apa"pun barang dr China ..."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, ditemukan artikel yang dimuat Tempo.co berjudul "Benarkah Pakaian Bekas di Video Ini Berasal dari Pasien Corona di Cina yang Sudah Meninggal?" pada 31 Maret 2020. Tempo.co menjelaskan bahwa video tersebut bukan tentang pakaian bekas corona di China.

Temuan itu didapatkan dengan mengambil gambar tangkapan layar dari video itu dan memasukkannya ke Source, reverse image tool yang dibuat oleh Storyful dan Google. Hasil penelusuran dengan Source menunjukkan bahwa foto pakaian dalam kantong-kantong plastik itu telah beredar sejak 30 Januari 2013, jauh sebelum mewabahnya virus Corona Covid-19 sejak Desember 2019.

Foto tersebut pertama kali diunggah di situs Department Store Liquidations, perusahaan penyedia pakaian bekas yang berpusat di Amerika Serikat. Perusahaan itu menyatakan bahwa mereka menyediakan berbagai jenis pakaian bekas, mulai dari kaos, kemeja, celana, rok, hingga gaun.

Kemudian, pada 10 Juni 2016, Shree Impex, perusahaan penyedia pakaian bekas yang bermarkas di Gujarat, India, menggunakan foto itu dalam situs Eksportersindia.com. Situs ini merupakan situs jual-beli yang berbasis di India. Oleh Shree Impex, foto tersebut digunakan sebagai ilustrasi atas produk yang dijualnya, yakni pakaian bekas.

Kemudian dalam artikel medcom.id berjudul "Tiongkok Ekspor Pakaian Bekas Pasien Covid-19 yang Meninggal? Ini Faktanya", dijelaskan bahwa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), barang-barang impor dari Tiongkok tidak akan membuat seseorang tertular virus Corona Covid-19. Berdasarkan analisa WHO, virus Korona tidak akan bertahan lama pada benda-benda mati, seperti pakaian.

Kesimpulan

Video yang tersebar di media sosial Twitter tentang pakaian bekas corona di China adalah tidak benar. Foto-foto tumpukan pakaian tersebut sering digunakan situs jual-beli online di setiap negara, dan bukan pakaian bekas corona.

[dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini