CEK FAKTA: Hoaks Informasi Hacker Membobol Data Internal Polri

Kamis, 18 Juni 2020 11:42 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Informasi Hacker Membobol Data Internal Polri

Merdeka.com - Beredar kabar bahwa seseorang berhasil meretas dan membobol data seluruh anggota Polri. Kemudian peretas dengan mudahnya mengganti data seluruh anggota Polri. Informasi tersebut disebar oleh akun @secgron.

hoaks data polri dibobol hacker

Kominfo

"Halo @DivHumas_Polri saatnya berbenah. Seseorang mengklaim sudah berhasil membobol data seluruh anggota Polri. Orang ini kemudian dengan mudahnya bisa mengakses, mencari dan mengganti data anggota Polri tersebut. Contohnya ini, baru mutasi ke Densus 88 eh datanya udah bocor".

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel Liputan6 berjudul "Polri Cari Akun Penyebar Hoaks Kebocoran Data Internal Anggota" pada 16 Juni 2020, Polri menegaskan bahwa informasi kebocoran data internal Polri itu tidak benar.

Karopenmas Polri, Brigjen. Pol. Awi Setiyono memastikan tak ada kebocoran data internal anggota kepolisian. Dia mengatakan, adanya informasi mengenai tersebarnya data anggoa Polri merupakan berita bohong alias hoaks.

"Terkait screenshot database anggota Polri yang tersebar di media sosial, perlu kami sampaikan bahwasanya hal tersebut merupakan kebohongan atau hoaks yang tidak terbukti," yakin Brigjen Awi dalam siaran pers diterima, Selasa (16/6/2020).

Karenanya, Polri tengah memburu pemilik nyata akun tersebut. Tujuannya, untuk menggali motif untuk apa sebenarnya tindakan tersebut dilakukan.

"Jadi sampai dengan saat ini Dittipidsiber masih melakukan pendalaman dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta motif dari penyebar hoax database anggota Polri tersebut," jelas Brigjen Awi.

Polri meyakini, data yang ditampilkan penyebar hoaks ini divalidasi dengan variabel keanggotaan yang digunakan. Karenanya didapati bahwa, hal itu berbeda dengan yang digunakan SSDM Polri.

"Polri sudah memastikan bahwa tidak ada pembobolan data SIPP (sistem informasi personel Polri) karena variabel screenshot yang beredar di media sosial tidak sama dengan yang digunakan oleh SSDM Polri saat ini," Awi menandasi.

Kesimpulan

Informasi kebocoran data internal Polri adalah hoaks. Polisi memastikan tidak ada pembobolan data internal Polri. Polisi juga terus memburu penyebar hoaks tersebut.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini