CEK FAKTA: Hoaks China dan Rusia Tidak Wajibkan Vaksin Covid-19

Senin, 26 Juli 2021 15:54 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks China dan Rusia Tidak Wajibkan Vaksin Covid-19 Warga Ikut Vaksinasi Keliling. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sebuah video yang menyebutkan negara China dan Rusia tidak mewajibkan vaksin Covid-19 beredar di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 54 detik itu tertulis narasi "#samasamabelajar. belajar faham apa yang sedang terjadi.. wake up bangun ayoooo".

hoaks china dan rusia tak wajibkan vaksin covid 19
istimewa

"China yang produksi vaksin, tidak mewajibkan warganya divaksin. Presiden Putin secara tegas mengatakan tidak akan mewajibkan vaksin kepada warganya. Yang mau, ya silakan. Yang enggak mau jangan dipaksa," kata seseorang dalam video tersebut.

Penelusuran

merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi China dan Rusia tidak mewajibkan vaksin Covid-19 adalah hoaks.

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Sejumlah Kota di China Larang Warga Belum Divaksin Pergi Keluyuran" pada 15 Juli 2021, dijelaskan bahwa masyarakat di China harus vaksin karena banyak OTG di berbagai kota di China.

Beberapa kota di China mulai memberlakukan larangan bagi warga yang tidak pernah mendapatkan suntikan vaksin untuk melakukan aktivitas di tempat-tempat keramaian.

Kebijakan tersebut diumumkan sejak Selasa (13/5) dan mulai berlaku efektif di seluruh wilayah kota itu pada Kamis.

Orang-orang yang bisa menunjukkan sertifikat vaksin tidak termasuk dalam larangan tersebut.

Dilansir dari laman Antara, Kamis (15/7), kebijakan itu diambil karena di setiap kasus positif COVID-19 selalu ada yang dari kasus tanpa gejala, demikian laporan sejumlah media China.

Distrik Deyang di Provinsi Sichuan melarang orang tanpa vaksin memasuki areal sekolah, perpustakaan, dan klinik kesehatan per 17 Juli.

Sementara itu, larangan orang tanpa vaksin memasuki sekolah di Kota Guiping dan Kota Pingliu, Daerah Otonomi Guangxi, menuai protes dari kalangan orang tua murid.

Dua pemerintah kota itu mengeluarkan surat edaran yang mendorong warga yang sehat secara fisik untuk segera mendatangi pusat-pusat vaksin.

"Silakan vaksin secepatnya, jika tidak, anak Anda tidak bisa masuk sekolah," demikian surat pemberitahuan yang diedarkan otoritas kota itu.

Kemudian dalam artikel merdeka.com berjudul "Rusia Anjurkan Vaksin Penguat karena Kasus Covid-19 Melonjak Akibat Varian Delta" pada 1 Juli 2021, dijelaskan Rusia akan melakukan vaksin ulang untuk melindungi dari Covid-19 varian Delta.

Klinik-klinik kesehatan di Moskow akan mulai menawarkan suntikan vaksin penguat terhadap COVID-19 pada Kamis, kata wali kota Moskow Sergei Sobyanin.

Kampanye penggunaan vaksin penguat itu dilakukan ketika para petugas di Rusia berjuang untuk menahan lonjakan kasus COVID-19 yang diduga disebabkan oleh varian Delta yang sangat menular.

Kementerian kesehatan Rusia pada Rabu (30/6) mengatakan vaksinasi ulang akan dimulai pada 1 Juli, menurut laporan beberapa kantor berita, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Kamis (1/7).

Langkah itu menjadikan Rusia salah satu negara pertama di dunia yang secara resmi meluncurkan program suntikan vaksin penguat untuk orang-orang yang sudah divaksin sepenuhnya.

Kesimpulan

Informasi China dan Rusia tidak mewajibkan vaksin Covid-19 adalah tidak benar. Kedua negara itu justru mewajibkan vaksin bagi warganya, untuk melindungi diri dari Covid-19.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini