Manchester City dilaporkan telah menyusun rencana yang matang untuk memenangkan persaingan dalam merekrut wonderkid dari Hertha Berlin, Kennet Eichhorn. Gelandang berusia 16 tahun ini dikenal sebagai "The Next Toni Kroos" berkat kemampuan tekniknya yang luar biasa, visi bermain yang tajam, dan sikap kedewasaan yang ditunjukkannya di lapangan. Meskipun usianya masih sangat muda, Eichhorn telah berhasil menembus tim utama Hertha Berlin pada musim ini, dengan catatan tampil dalam 18 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak dua gol.
Performa mengesankannya di Bundesliga 2 telah menarik perhatian banyak klub elite Eropa yang berkeinginan untuk merekrutnya. Menurut laporan yang beredar, Arsenal termasuk salah satu klub yang sangat mengagumi bakat Eichhorn. Namun, Manchester City diyakini berada di posisi terdepan dalam perburuan ini, karena mereka telah menyiapkan strategi khusus untuk merekrut pemain muda berbakat tersebut.
Advertisement
Klub yang dilatih oleh Pep Guardiola dilaporkan berencana untuk membayar klausul pelepasan Eichhorn sebelum meminjamkannya ke Bayer Leverkusen. Manchester City memang telah menjalin kerja sama transfer yang baik dengan Leverkusen dalam beberapa tahun terakhir. Namun, mereka harus bersiap menghadapi persaingan yang ketat dari sejumlah klub Bundesliga lainnya, termasuk Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig. Ketiga klub tersebut terkenal dengan kemampuan mereka dalam mengembangkan pemain muda yang berbakat, sehingga membuat persaingan semakin ketat.
Advertisement
Eichhorn mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen cukup lama pada bulan Februari dan Maret. Namun, ia telah kembali ke lapangan dan langsung mencetak gol liga pertamanya musim ini ketika Hertha Berlin mengalahkan Greuther Furth dengan skor 2-1. Meskipun memiliki bakat yang besar, Eichhorn masih perlu meningkatkan kedisiplinannya di lapangan, mengingat ia telah mengumpulkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang musim ini.
Manchester City dilaporkan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti saat meminjamkan Claudio Echeverri ke Bayer Leverkusen. Dalam kasus tersebut, Echeverri tidak mampu berkembang dengan baik karena minimnya waktu bermain, yang akhirnya membuatnya dipulangkan lebih cepat dan pindah ke klub Spanyol, Girona FC. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Manchester City untuk memastikan bahwa pemain yang dipinjamkan mendapatkan kesempatan bermain yang cukup.