Negosiasi Kontra Mengungkap Masalah Dominik Szoboszlai: Pencetak Gol Liverpool, tapi Frustrasi Bermain di Posisi Berbeda

Dominik Szoboszlai menunjukkan performa mengesankan untuk Liverpool musim ini. Namun, ia juga menghadapi tantangan akibat skema yang diterapkan oleh Arne Slot.

Benediktus Gerendo Pradigdo
Negosiasi Kontra Mengungkap Masalah Dominik Szoboszlai: Pencetak Gol Liverpool, tapi Frustrasi Bermain di Posisi Berbeda
Keputusan wasit tersebut menuai banyak kontroversi baik kartu merah maupun dianulirnya gol Man City. (AFP/Paul Ellis) ((AFP/Paul Ellis))

Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, tampak sangat frustrasi saat meninggalkan lapangan setelah pertandingan melawan Tottenham Hotspur di Anfield. Ekspresi bingung dan kecewa terlihat jelas saat kamera televisi menyorot reaksinya, seolah-olah ia mempertanyakan mengapa ia terus dipaksa bermain di posisi yang bukan keahliannya.

Meskipun demikian, gelandang tim nasional Hungaria ini kembali menunjukkan betapa berharganya ia bagi Liverpool, meskipun harus beradaptasi sebagai bek kanan, posisi yang jelas bukan spesialisasinya, terutama dengan kehadiran Joe Gomez dan Jeremie Frimpong dalam starting XI.

Pada menit ke-18, Szoboszlai membuktikan kemampuannya dengan mencetak gol dari tendangan bebas yang keras setelah Alexis Mac Allister dilanggar. Gol tersebut menambah catatan impresifnya, kini ia telah mencetak 7 gol dari luar kotak penalti di semua kompetisi musim ini, jumlah yang terbanyak oleh pemain Liverpool sejak Luis Suarez pada 2014.

Szoboszlai juga kini menjadi pemain Liverpool dengan gol terbanyak dari tendangan bebas langsung dalam satu musim Premier League, dan hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor yang dipegang oleh David Beckham dan Laurent Robert.

Namun, kehebatan tersebut justru semakin menyoroti masalah yang ada: Dia bukan bek kanan. Keputusan Arne Slot untuk terus menempatkannya di posisi yang tidak sesuai mulai terasa kontraproduktif.

"Anda merinding membayangkan di mana posisi Liverpool musim ini tanpa dia, dan titik itu pasti sedang diangkat dalam pembicaraan kontrak saat ini. Liverpool harus segera mengamankan tanda tangannya dengan cepat," ungkap Ian Doyle.

Ngumoha Bersinar, Van Dijk Cetak Rekor

Negosiasi Kontrak Baru Ungkap Persoalan Dominik Szoboszlai: Mesin Gol Liverpool, tapi Frustrasi Main di Posisi Berbeda
Keputusan wasit tersebut menuai banyak kontroversi baik kartu merah maupun dianulirnya gol Man City. (AFP/Paul Ellis) (AFP/Paul Ellis)

Dalam pertandingan ini, Liverpool menunjukkan dua momen penting yang mencolok dari dua generasi pemain. Di satu sisi, Rio Ngumoha, seorang sayap berusia 17 tahun 198 hari, berhasil mencatatkan debutnya sebagai starter di Premier League, menjadikannya sebagai pemain kelima termuda yang memulai pertandingan di liga tertinggi untuk Liverpool.

Di sisi lainnya, Virgil van Dijk, yang berusia 34 tahun 250 hari, mencatatkan prestasi sebagai pemain outfield tertua yang memulai lebih dari 30 laga berturut-turut untuk Liverpool di semua kompetisi sejak Ian Callaghan melakukannya dalam 93 pertandingan berturut-turut pada Maret 1977.

Ngumoha, yang sebelumnya menunjukkan performa mengesankan dalam kemenangan di Piala FA melawan Wolves, kembali mendapatkan kesempatan.

Ia tampil menjanjikan di sisi kiri lapangan, membuat para penggemar Anfield bersorak dengan kecepatan dan aksinya menjelang akhir babak pertama, serta menjadi ancaman yang lebih konsisten di babak kedua.

Namun, keputusan pelatih Slot untuk menarik keluar Ngumoha tak lama setelah menit ke-60 menjadi bahan perdebatan, terutama mengingat perkembangan permainan setelahnya.

Meskipun demikian, keputusan tersebut lebih mencerminkan performa tim secara keseluruhan. "Slot terlihat ingin menjaga Ngumoha dengan hati-hati, dan pendekatan itu terus dipertahankan," tulis Doyle.

Richarlison Diuji Van Dijk, Alisson Berhasil Menyelamatkan

Negosiasi Kontrak Baru Ungkap Persoalan Dominik Szoboszlai: Mesin Gol Liverpool, tapi Frustrasi Main di Posisi Berbeda
Keputusan wasit tersebut menuai banyak kontroversi baik kartu merah maupun dianulirnya gol Man City. (AFP/Paul Ellis) (AFP/Paul Ellis)

Van Dijk menghadapi pertandingan yang cukup menantang melawan Richarlison, mantan pemain Everton yang dikenal sulit untuk dihentikan. Selama pertandingan, Van Dijk terlihat mendominasi duel, tetapi Richarlison berhasil mencetak gol di menit-menit terakhir.

Meskipun demikian, Liverpool terhindar dari kekalahan yang lebih parah berkat penampilan gemilang Alisson Becker, yang baru kembali dari cedera dan menunjukkan performa luar biasa di bawah mistar gawang.

Tanpa penyelamatan-penyelamatan penting yang ia lakukan, Anfield bisa saja merasakan kekalahan yang lebih menyakitkan.

"Faktanya, jika bukan karena tampilan apik Alisson Becker di bawah mistar, ini bisa jadi sore yang jauh lebih merugikan," komentar Doyle.

Penampilan Alisson tidak hanya memberikan kepercayaan diri bagi tim, tetapi juga menjadi kunci dalam menjaga harapan Liverpool untuk meraih hasil positif. Dengan kehadiran Alisson, tim seakan mendapatkan suntikan semangat yang sangat dibutuhkan dalam situasi sulit.

Keberhasilannya dalam menggagalkan peluang-peluang lawan menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut, dan hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran seorang kiper dalam tim sepak bola.

Kegagalan Rotasi Slot dan Krisis di Anfield

Negosiasi Kontrak Baru Ungkap Persoalan Dominik Szoboszlai: Mesin Gol Liverpool, tapi Frustrasi Main di Posisi Berbeda
Keputusan wasit tersebut menuai banyak kontroversi baik kartu merah maupun dianulirnya gol Man City. (AFP/Paul Ellis) (AFP/Paul Ellis)

Pelatih kepala Liverpool, Arne Slot, yang dikenal kurang suka melakukan rotasi pemain, mengambil langkah berani dengan melakukan lima pergantian signifikan saat melawan Spurs.

Keputusan ini tampaknya diambil dengan mempertimbangkan pertandingan Liga Champions melawan Galatasaray yang akan berlangsung tiga hari setelahnya. Hal ini terasa aneh, mengingat tim menunjukkan performa yang kurang baik, baik secara fisik maupun mental, setelah pertandingan tengah pekan.

Meskipun alasan di balik pergantian pemain tampak logis, seperti penampilan kurang memuaskan Mohamed Salah dan Ibrahima Konate di Istanbul, serta tantangan yang dihadapi Milos Kerkez dan kebutuhan pengelolaan menit bermain untuk Hugo Ekitike, para pemain pengganti tidak mampu memberikan kontribusi yang diharapkan. Bahkan, seringnya perubahan posisi di antara pemain memengaruhi performa keseluruhan tim.

"Bagi seorang pelatih yang terang-terangan mengatakan tidak suka merotasi, Slot justru melakukan terobosan tak biasa di sini. Dan, seperti yang sering terjadi musim ini, keputusannya kembali berantakan," tulis Doyle.

Sementara itu, lini depan Liverpool yang kurang produktif menjadi perhatian utama. Namun, ada satu isu yang sering terabaikan: Liverpool hanya berhasil mencatatkan empat kali clean sheet dalam 19 pertandingan terakhir mereka di Anfield di Premier League.

Ini menunjukkan betapa rentannya pertahanan mereka saat bermain di kandang. Dengan kondisi seperti ini, semakin jelas bahwa Liverpool memerlukan stabilitas, baik dalam posisi, taktik, maupun komitmen jangka panjang dari pemain seperti Szoboszlai. Tanpa adanya hal tersebut, musim ini berpotensi berakhir tanpa trofi dan penuh penyesalan.

Sumber: Liverpool Echo

Rekomendasi