PB Akuatik Indonesia menyelenggarakan Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada 11-14 November 2025. Kejuaraan ini menjadi momen penting bagi para atlet akuatik Tanah Air untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebelum mengikuti SEA Games 2025.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, mengungkapkan IOAC 2025 akan diikuti oleh sekitar 1.600 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Perhelatan ini mencakup empat cabang olahraga utama, yaitu renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik, serta kategori tambahan renang masters untuk peserta non-elit.
“Alhamdulillah ini IOAC atau Indonesia Open Aquatic Championship tahun ini diikuti sekitar 1.600 atlet. Jadi cukup banyak dari empat cabang olahraga,” ujar Harlin.
“Renang, kemudian ada polo air, kemudian ada loncat indah dan renang artistik. Dan juga ada renang masters ya, jadi nanti untuk perenang yang bukan elit atlet," imbuhnya.
“Jadi ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa juga. Terutama hari ini saya lihat di polo air nih, jadi lapangan kolam renang polo air dibagi tiga, saking banyaknya peserta.”
Dengan demikian, IOAC 2025 diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga berkontribusi pada perkembangan olahraga akuatik di Indonesia.
Advertisement
Harlin mengungkapkan jumlah atlet yang berpartisipasi dalam cabang polo air kali ini mencapai angka tertinggi, yaitu 280 atlet yang tergabung dalam 28 tim. Angka ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah turnamen akuatik nasional yang diselenggarakan oleh PB Akuatik Indonesia.
“Jadi pesertanya ada 280 atlet dari 28 tim. Ini rekor, ini salah satu yang terbanyak dari suatu turnamen seluruh Indonesia,” imbuh Harlin.
Ia juga menambahkan cabang renang hampir mencapai 1.000 peserta, dan angka ini menunjukkan konsistensi dari tahun ke tahun.
“Dan ini memang kejuaraan terbesar lah, karena ini antar klub dan dari seluruh Indonesia,” ucapnya.
Advertisement
PB Akuatik Indonesia menyelenggarakan cabang-cabang renang yang identik dengan yang ada di Olimpiade. Pertandingan akan berlangsung selama empat hari dengan sistem yang telah disesuaikan dengan standar internasional.
"Nomor pertandingannya standar, nomor pertandingan yang dipertandingkan di Olimpiade. Semua ada, dilakukan dalam empat hari," ungkap Harlin.
Selain itu, ada yang menarik dalam penyelenggaraan kali ini, yaitu adanya live streaming. "Dan yang spesial juga di renang ini kita melakukan atau mengadakan live streaming. Live streaming di Vidio. Jadi ini kita berharap popularitas atau sosialisasi renang makin baik ke depannya," tutur Harlin. akat terhadap olahraga renang.
Advertisement
PB Akuatik tidak hanya berfokus pada peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga air, tetapi juga berusaha untuk memperluas audiens melalui siaran di Vidio.
Harlin menyatakan bahwa langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan industri olahraga akuatik di masa mendatang.
"Dan juga buat para peserta yang dari luar Jakarta, yang orang tua, saudara, teman-teman, tetangga, enggak bisa nonton, bisa nonton nih. Jadi sekarang dan mudah-mudahan dengan adanya kita di media ya, ini juga bisa menumbuhkan industri olahraga cabor di akuatik ini," ungkapnya.
IOAC 2025 juga berfungsi sebagai ajang seleksi terakhir bagi atlet yang akan berpartisipasi dalam SEA Games 2025, yang hanya tinggal sebulan lagi.
PB Akuatik masih memberikan kesempatan kepada atlet muda berbakat yang menunjukkan performa mengesankan untuk bergabung dalam tim.
"Jadi SEA Games 2025 sudah dekat ya, jadi tinggal sebulan lagi. Dan ini merupakan seleksi terakhir. Walaupun tim renang dan cabar lain sudah hampir fix, tapi apabila ada yang sesuatu yang istimewa atau luar biasa di event ini, itu akan kita pertimbangkan untuk dilakukan promosi maupun degradasi," jelas Harlin.
Advertisement
Harlin menyatakan bahwa PB Akuatik siap memberikan peluang bagi atlet muda yang menunjukkan performa luar biasa selama kejuaraan berlangsung. Penampilan yang menonjol di IOAC 2025 dapat menjadi jembatan untuk memperkuat tim renang dalam ajang olahraga Asia Tenggara tersebut.
"Apabila tiba-tiba ada atlet muda yang muncul dan berpotensi meraih medali gitu di SEA Games 2025, kita akan ajukan sebagai tambahan atlet. Ini baru hari pertama dan baru setengah hari. Jadi kita akan lihat keseluruhan sampai akhir nanti tanggal 14 November 2025," ucapnya. Selain melakukan penilaian terhadap performa di tingkat nasional, PB Akuatik juga memantau perkembangan kompetisi dari negara-negara pesaing di kawasan Asia Tenggara.
Proses evaluasi ini merupakan bagian penting dalam menentukan formasi terbaik untuk menghadapi SEA Games 2025. "Dan kita juga akan lihat kompetisi di SEA Games 2025. Jadi kita lihat negara-negara lain kelihatannya bagaimana. Kalau kita memerlukan atlet yang luar biasa di penampilannya di sini, bukan tidak mungkin kita tambahkan ke tim renang kita atau nomor lain di akuatik juga," ungkap Harlin.