Simon Tahamata Tak Sabar Mulai Tugas Baru! Ini Reaksinya usai Resmi Ditunjuk PSSI

PSSI secara resmi mengangkat Simon Tahamata sebagai kepala pemandu bakat untuk sepak bola nasional.

Hery Kurniawan
Oleh Hery Kurniawan - Reporter
Simon Tahamata Tak Sabar Mulai Tugas Baru! Ini Reaksinya usai Resmi Ditunjuk PSSI
Klub besar Belanda, Ajax Amsterdam memberikan penghormatan kepada legendanya yang memiliki garis keturunan Maluku, Simon Tahamata, Minggu (3/3/2024). (Dok. Ajax Amsterdam) (Klub besar Belanda, Ajax Amsterdam memberikan penghormatan kepada legendanya yang memiliki garis keturunan Maluku, Simon Tahamata, Minggu (3/3/2024). (Dok. Ajax Amsterdam))

Baru-baru ini, muncul kabar mengenai Simon Tahamata yang akan diperkenalkan sebagai kepala pemandu bakat sepak bola nasional. Kabar tersebut akhirnya terwujud pada hari Kamis, 22 Mei 2025. PSSI mengumumkan penunjukan Simon Tahamata melalui siaran pers resmi mereka. Kehadiran Tahamata semakin menambah nuansa Belanda dalam sepak bola Indonesia saat ini. Simon Tahamata juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas banyaknya pesan positif yang diterimanya.

Bahkan, sebelum PSSI secara resmi mengumumkan posisi barunya di federasi tersebut, ia sudah merasakan dukungan yang besar. Sosok yang memiliki latar belakang Maluku ini pun tidak sabar untuk mulai bekerja dengan tim pelatih Timnas Indonesia yang dipimpin oleh Patrick Kluivert. "Pertama, terima kasih atas semua pesan yang baik yang saya terima. Saya menantikan bekerja bersama coach Patrick Kluivert dan staf teknis lainnya di Indonesia," ungkap Simon Tahamata.

Sosok Simon Tahamata

Kata-Kata Simon Tahamata Setelah Dapat Pekerjaan dari PSSI: Enggak Sabar!
Klub besar Belanda, Ajax Amsterdam memberikan penghormatan kepada legendanya yang memiliki garis keturunan Maluku, Simon Tahamata, Minggu (3/3/2024). (Dok. Ajax Amsterdam) Klub besar Belanda, Ajax Amsterdam memberikan penghormatan kepada legendanya yang memiliki garis keturunan Maluku, Simon Tahamata, Minggu (3/3/2024). (Dok. Ajax Amsterdam)

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Pemandu Bakat, Simon Tahamata bertugas untuk menemukan dan merekrut bakat-bakat potensial, baik dari dalam negeri maupun dari diaspora Indonesia yang berada di luar negeri, terutama di Belanda. Mantan pemain Timnas Belanda dan Ajax Amsterdam ini juga akan berkolaborasi secara intensif dengan pelatih seperti Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, Nova Arianto, dan lainnya untuk memastikan keberlangsungan, kualitas, serta perkembangan Timnas dan sepak bola Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan, "Kami sangat antusias menyambut Simon Tahamata dalam keluarga besar PSSI. Pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan pemain muda akan menjadi aset berharga dalam perjalanan kami menuju panggung dunia."

Karier Simon Tahamata

Gunakan Bahasa Indonesia di Hadapan Awak Media, Simon Tahamata Bertekad Bantu Perkembangan Sepak Bola Indonesia
Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata memberikan keterangan di depan media saat latihan perdana di Jakarta menjelang Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dun Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata memberikan keterangan di depan media saat latihan perdana di Jakarta menjelang Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dun

Simon Tahamata merupakan mantan pemain Timnas Belanda yang aktif dari tahun 1979 hingga 1986. Ia melakoni debut internasionalnya pada 22 Mei 1979 di Bern, Swiss, dalam rangka memperingati ulang tahun FIFA ke-75 melawan Argentina. Selama memperkuat tim nasional, Simon berhasil tampil sebanyak 22 kali dan mencetak dua gol. Sebagai seorang pemain sayap atau winger, perjalanan karir sepak bolanya dimulai di klub TSV Theole dari tahun 1967 hingga 1971, sebelum bergabung dengan tim junior Ajax hingga tahun 1975.

Pada musim 1975/1976, Simon Tahamata resmi bergabung dengan tim utama Ajax dan bertahan hingga tahun 1980. Ia melakukan debut bersama klub pada pertandingan melawan Utrecht yang berakhir dengan skor 7-0 untuk Ajax pada 24 Oktober 1976. Selama berseragam Ajax, ia tercatat telah bermain dalam 149 pertandingan, dengan kontribusi 17 gol dan 33 assist. Masa-masa terbaik dalam karirnya terjadi di Ajax, di mana ia berhasil meraih tiga gelar Liga Belanda pada musim 1976/1977, 1978/1979, dan 1979/1980. Selain itu, ia juga ikut serta dalam meraih Piala KNVB pada musim 1978/1979 dan mencapai semifinal Piala Eropa I pada tahun 1979/1980.

Setelah itu, pada 14 Juli 1980, Simon Tahamata pindah ke Standard Liege. Di klub ini, ia berhasil meraih dua gelar Liga Belgia pada musim 1981/1982 dan 1982/1983, serta satu Piala Belgia pada tahun 1981. Ia juga mencapai final Piala Eropa II pada musim 1981/1982 dan mencetak 40 gol dalam 129 pertandingan, menjadikannya salah satu pemain kunci dalam periode sukses klub tersebut. Di Belgia, Simon meraih penghargaan Man of the Season (Belgian First Division) dan Belgian Fair Play Award.

Pada tahun 1984, Simon Tahamata kembali ke Belanda untuk memperkuat Feyenoord. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke kompetisi Belgia dengan bermain untuk Beerschot dan Germinal Ekeren. Bersama Germinal, ia mencapai final Piala Belgia pada musim 1994/1995 sebelum memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 1996. Setelah pensiun, Simon Tahamata beralih menjadi pelatih di akademi muda di Ajax Amsterdam, Standard Liege, Beerschot, dan Al Ahli. Sejak September 2015, ia juga mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy di samping tugasnya di Ajax.

Rekomendasi