Musim 2024/2025 menjadi momen krusial bagi M. Reza Arya Pratama dalam perjalanan kariernya. Kiper utama PSM Makassar ini kembali berhasil menunjukkan performa yang sangat baik di bawah mistar gawang Juku Eja, yang berujung pada pemanggilan dirinya ke Timnas Senior Indonesia.
Panggilan ini bukanlah yang pertama baginya, namun kali ini memiliki makna yang lebih mendalam, menjadi bukti nyata konsistensi dan kematangan yang ditunjukkan oleh Reza Arya Pratama di kompetisi Liga 1.
Di usia 25 tahun, Reza Arya Pratama telah menjadi salah satu pilar yang tak tergantikan di sektor pertahanan PSM Makassar. Sejak musim 2022/2023, di mana ia berperan penting dalam meraih gelar juara Liga 1, grafik performanya terus meningkat.
Pada musim ini, ia terus menunjukkan kematangan dan ketenangan yang luar biasa, meskipun tim mengalami pasang surut dalam performa secara keseluruhan. Statistik mencerminkan kontribusi nyata Reza Arya, di mana hingga pertengahan musim 2024/2025, ia telah tampil dalam 17 pertandingan Liga 1 untuk PSM Makassar, mencatatkan 3 clean sheets, melakukan 48 penyelamatan penting, dan kebobolan 20 gol.
Angka-angka ini menegaskan perannya yang vital dalam menjaga gawang PSM dari serangan lawan. Kualitas individu Reza dalam melakukan penyelamatan-penyelamatan krusial tidak dapat diabaikan. Kemampuannya dalam membaca permainan, refleks yang cepat, serta keberanian dalam menghadapi duel satu lawan satu adalah beberapa keunggulan yang dimilikinya.
Advertisement
Reza Arya menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam hal distribusi bola, yang merupakan aspek penting dalam skema serangan dari belakang. Selain berkompetisi di Liga 1, ia juga menjadi pemain kunci bagi PSM dalam ASEAN Club Championship (ACC) 2024/2025. Dalam turnamen ini, ia tampil dalam 5 pertandingan dan berhasil membawa timnya mencapai semifinal. Catatan 3 clean sheets yang diraihnya di ajang tersebut juga menunjukkan kualitasnya di tingkat regional.
Konsistensi performanya sangat penting, terutama setelah mengalami cedera posterior cruciate ligament (PCL) yang membuatnya absen selama tujuh bulan. Namun, setelah masa pemulihan, Reza berhasil kembali ke performa terbaiknya, bahkan banyak yang mengatakan bahwa ia semakin matang. Hal ini mencerminkan dedikasi dan kerja kerasnya selama proses pemulihan.
Panggilan dari pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi puncak dari penghargaan atas penampilannya. Ini bukanlah pertama kalinya ia dipanggil, karena sebelumnya ia sempat berada di bangku cadangan pada FIFA Matchday 2023 saat Timnas menghadapi Palestina, Argentina, dan Turkmenistan.
Namun, kali ini, dengan kondisi fisik yang telah pulih sepenuhnya dan performa yang terus meningkat, peluangnya untuk masuk ke dalam skuad utama semakin cerah. Reza telah membuktikan bahwa ia layak mendapatkan kesempatan ini dan siap memberikan yang terbaik untuk tim nasional.
Advertisement
Reza Arya telah terpilih sebagai salah satu dari lima kiper yang disiapkan, bersaing dengan sejumlah nama ternama lainnya. Hal ini mencerminkan kepercayaan yang diberikan oleh tim pelatih Timnas Indonesia terhadap kemampuannya. Kehadirannya di tim akan meningkatkan persaingan yang sehat di posisi kiper, yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
"Reza Arya menjadi satu pemain yang menjadi perhatian khusus dalam pemanggilan pemain yang dilakukan Patrick Kluivert kali ini," kata Pengamat Sepakbola Tanah Air, Kesit Budi Handoyo kepada Bola.com, Rabu (21/05/2025).
"Menurut saya memang sangat pantas dia mendapatkan pemanggilan tersebut karena terbukti bisa memberikan penampilan terbaik untuk PSM Makassar," tambahnya.
Advertisement
Bagaimana peluang Reza Arya untuk bermain dalam dua pertandingan terakhir Timnas Indonesia melawan China pada 5 Juni dan Jepang pada 10 Juni? Ketenangan serta keberaniannya sangat diperlukan saat menghadapi tim-tim tangguh di Kualifikasi Piala Dunia. Namun, tantangan yang dihadapi di Timnas Indonesia jelas berbeda dibandingkan saat bermain di klub.
Tingkat kompetisi yang lebih tinggi, tekanan yang lebih besar, dan persaingan yang ketat di dalam tim akan menjadi ujian tersendiri baginya. Kemampuan untuk beradaptasi dengan sistem pelatih, membangun chemistry dengan lini belakang yang berbeda, serta menjaga fokus di bawah tekanan sangat krusial untuk menentukan apakah ia dapat menembus skuad inti.
“Tentu itu ranahnya pelatih, tapi saya kira jika Reza Arya mampu membuktikan diri bahwa dia pantas mengawal gawang Timnas senior di laga melawan China dan Jepang selama persiapan, saya kira kesempatan itu akan datang,” tutupnya.
Dengan demikian, Reza perlu menunjukkan performa terbaiknya agar bisa mendapatkan kepercayaan dari pelatih dan menjadi bagian dari tim yang akan berlaga di kualifikasi. Setiap pemain memiliki kesempatan untuk bersinar, dan ini adalah momen penting bagi Reza untuk membuktikan kemampuannya di level internasional.