Klub Rugi Rp1,3 Triliun karena Gagal Lolos Kompetisi Eropa, Krisis Finansial Mengancam AC Milan?

AS Roma berhasil mengalahkan AC Milan dengan skor 3-1 di pekan ke-37 Serie A, yang mengakibatkan Rossoneri tidak bisa berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

Editor Bolanet
Oleh Editor Bolanet - Reporter
Klub Rugi Rp1,3 Triliun karena Gagal Lolos Kompetisi Eropa, Krisis Finansial Mengancam AC Milan?
AC Milan Resmi Pecat Sergio Conceicao, Massimiliano Allegri Jadi Pengganti ((c) Spada/LaPresse via AP Photo)

Musim 2024/25 ternyata menjadi tahun yang kurang menggembirakan bagi AC Milan. Kekalahan dengan skor 1-3 dari AS Roma membuat Rossoneri gagal menempati posisi enam besar di Serie A. Hal ini berarti Milan tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi Eropa pada musim depan.

Mereka tidak akan bermain di Liga Champions, Liga Europa, maupun Liga Konferensi. Konsekuensi dari situasi ini tidak hanya berdampak pada prestasi tim, tetapi juga pada aspek finansial. Diperkirakan, tanpa adanya kompetisi Eropa, Milan akan mengalami kehilangan pendapatan yang cukup signifikan.

Kerugian Keuangan yang Harus Ditanggung Milan

Pahit Banget! AC Milan Terancam Rugi Rp1,3 Triliun Gara-gara Gagal Main di Eropa
Pahit Banget! AC Milan Terancam Rugi Rp1,3 Triliun Gara-gara Gagal Main di Eropa © 2025 Bola.net

Berdasarkan informasi dari Calcio e Finanza, AC Milan berhasil meraih hampir €60 juta berkat keikutsertaannya di Liga Champions pada musim ini. Namun, mereka harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir di babak playoff 16 besar oleh Feyenoord. Selain pendapatan dari Liga Champions, Milan juga memperoleh sekitar €19-20 juta dari lima pertandingan kandang di kompetisi Eropa. Dengan demikian, total pendapatan yang diperoleh Milan musim ini hampir mencapai €80 juta, yang sayangnya tidak akan mereka dapatkan pada musim depan.

Walaupun begitu, jika Milan berhasil lolos ke fase grup Liga Champions, mereka masih bisa mendapatkan setidaknya €40 juta dari UEFA. Itu belum termasuk pendapatan tambahan yang bisa diperoleh dari penjualan tiket dan sponsor. "Liga Europa memang tidak semenguntungkan Liga Champions, tapi tetap bisa memberi pemasukan dasar €13 juta. Jika bisa melaju jauh, angka itu bisa mencapai €35 juta atau lebih," ungkap laporan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Liga Europa memiliki potensi pendapatan yang lebih rendah, tetap ada peluang bagi Milan untuk menghasilkan uang dari kompetisi tersebut.

Apakah Milan Harus Menjual Pemain untuk Menutupi Kerugian?

Here We Go! Tawaran Rp1.3 Triliun Diterima AC Milan, Tijjani Reijnders Segera Hijrah ke Manchester City
Here We Go! Tawaran Rp1.3 Triliun Diterima AC Milan, Tijjani Reijnders Segera Hijrah ke Manchester City (c) AP Photo/Antonio Calanni

Tanpa adanya pendapatan dari kompetisi Eropa, manajemen AC Milan kemungkinan besar akan meninjau kembali rencana keuangan mereka. Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah melepas beberapa pemain kunci. Tijjani Reijnders muncul sebagai salah satu kandidat yang dapat dijual. Milan berharap dapat memicu persaingan antara Manchester City dan Real Madrid untuk mendapatkan gelandang asal Belanda tersebut. Jika Reijnders terjual dengan harga yang tinggi, hal ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi Milan. Namun, keputusan ini juga berarti mereka harus rela kehilangan salah satu pilar penting di lini tengah mereka.

Bursa transfer musim panas yang akan datang menjadi waktu yang sangat penting bagi AC Milan. Mereka harus bijaksana dalam memilih antara mempertahankan pemain yang ada atau mengumpulkan dana segar untuk memperkuat tim. Keputusan ini akan sangat berpengaruh pada masa depan klub dan performa mereka di kompetisi yang akan datang. Dengan situasi finansial yang tidak menentu, Milan harus mempertimbangkan semua kemungkinan dengan hati-hati agar tidak mengambil keputusan yang merugikan.

Tahun depan, Milan Akan Menghadapi Tantangan Sulit

Gagal berkompetisi di Eropa tidak hanya berdampak pada hilangnya pendapatan, tetapi juga memengaruhi daya tarik klub bagi para pemain dan sponsor. Milan harus berusaha lebih keras agar tidak tertinggal dari para pesaing mereka.

Apakah Rossoneri mampu bangkit dari situasi sulit ini? Jawabannya akan sangat bergantung pada keputusan yang diambil manajemen dalam beberapa bulan mendatang. Yang jelas, perjalanan panjang masih menunggu Milan di musim 2025/26.

Rekomendasi