Manchester United menyelesaikan kompetisi League Phase Liga Europa 2024/2025 dengan hasil yang menggembirakan. Dalam pertandingan melawan Steaua Bucharest (FCSB) pada Jumat (31/1/2025) dini hari WIB, MU berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Di Arena Nationala, kedua gol yang membawa kemenangan MU tercipta di babak kedua. Gol pertama dicetak oleh Diogo Dalot pada menit ke-60, diikuti oleh gol kedua yang diciptakan Kobbie Mainoo pada menit ke-68.
Dengan hasil ini, MU berhasil lolos langsung ke babak 16 Besar Liga Europa 2024/2025. Setan Merah menyelesaikan League Phase di peringkat ketiga klasemen akhir, sehingga mereka tidak perlu menjalani babak play-off. Secara keseluruhan, MU menunjukkan performa yang baik dengan tiga kemenangan berturut-turut di semua kompetisi. Tim asuhan Ruben Amorim sedang berada dalam kondisi positif. Lalu, apa saja pelajaran yang dapat diambil dari pertandingan FCSB melawan MU? Mari kita simak ulasannya di bawah ini, Bolaneters.
Advertisement
Rekor Tak Terkalahkan
MU memulai perjalanan mereka di Liga Europa dengan penuh keraguan. Dalam tiga pertandingan awal di fase grup, Setan Merah hanya mampu meraih hasil imbang, termasuk hasil 1-1 melawan Twente di Old Trafford. Namun, di akhir fase grup, MU berhasil menutup kompetisi dengan rasa bangga. Mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak mengalami kekalahan dalam delapan laga yang dijalani di fase grup. Dengan pencapaian tersebut, MU berhasil mengumpulkan 18 poin dari delapan pertandingan yang dilakoni.
Posisi mereka hanya tertinggal satu poin dari Lazio yang menduduki puncak klasemen. Selain itu, MU juga menunjukkan ketajaman lini serang dengan mencetak total 16 gol. Hanya tiga tim yang berhasil mencetak lebih banyak gol dari mereka, yaitu Galatasaray, Lazio, dan Tottenham. Dengan performa ini, MU menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level Eropa meskipun memulai kompetisi dengan hasil yang kurang memuaskan.
Advertisement
MU Memiliki Penyerang, Namun Kesulitan Mencetak Gol
Dua gol yang dicetak Manchester United (MU) ke gawang Steaua Bucharest berasal dari Diogo Dalot dan Kobbie Mainoo. Menariknya, keduanya bukanlah penyerang atau winger, dan hal ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi Ruben Amorim. Ya, Ruben Amorim harus memperhatikan fenomena ini dengan serius. Pasalnya, produktivitas lini depan MU sangat memprihatinkan. Dalam sepuluh pertandingan terakhir, tidak ada penyerang tengah MU yang berhasil mencetak gol.
Sebelum gol yang dicetak oleh Dalot dan Mainoo, Lisandro Martinez telah menjadi pahlawan kemenangan MU dalam pertandingan melawan Fulham. Gol terakhir yang dicetak oleh penyerang tengah MU terjadi saat bertanding melawan Tottenham pada 20 Desember 2024. Saat itu, Joshua Zirkzee berhasil mencetak satu gol untuk timnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa MU perlu segera memperbaiki performa penyerangnya agar bisa bersaing lebih baik di kompetisi mendatang.
Advertisement
Waktu Bermain untuk Casemiro
Setelah cukup lama tidak tampil, Casemiro akhirnya mendapatkan kesempatan bermain. Dia diturunkan dalam pertandingan melawan Steaua Bucharest sebagai pemain pengganti. Casemiro masuk ke lapangan pada menit ke-72, menggantikan Christian Eriksen. Ini menjadi momen pertama bagi Casemiro di bawah arahan Ruben Amorim pada tahun 2025. Sebelumnya, pemain berusia 32 tahun tersebut juga diturunkan saat Manchester United berhadapan dengan Newcastle pada 31 Desember 2024.
Dengan tidak lagi menjadi pilihan utama, Casemiro mungkin perlu mempertimbangkan kembali masa depannya. Mengingat bursa transfer Januari 2025 masih terbuka, dia sebaiknya memikirkan langkah selanjutnya yang terbaik bagi kariernya bersama Setan Merah. Keputusan ini sangat penting agar dia bisa mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak di klub lain jika diperlukan.
Advertisement
Steaua Bucharest Berhasil Melaju ke Babak Play-off
Bagi FCSB atau Steaua Bucharest, mengalami kekalahan di kandang sendiri melawan Manchester United merupakan suatu hal yang sangat mengecewakan. Meskipun demikian, jika dilihat dari pencapaian keseluruhan mereka, perjalanan FCSB di Liga Europa terbilang cukup memuaskan. Tim ini berhasil mengakhiri kompetisi dengan menempati posisi ke-11 di klasemen akhir, mengumpulkan 14 poin dari delapan pertandingan yang telah dilakoni.
Poin yang mereka raih bahkan lebih baik dibandingkan dengan klub-klub besar lainnya seperti AS Roma yang hanya memperoleh 12 poin, Porto dengan 11 poin, dan Fenerbahce yang meraih 10 poin. FCSB berhasil melaju ke babak play-off 16 Besar Liga Europa 2024/2025, di mana mereka akan menghadapi lawan-lawan yang memiliki level kompetisi yang seimbang, yaitu Union SG dari Belgia dan PAOK dari Yunani.
Advertisement
MU Berambisi untuk Meraih Gelar Juara Liga Europa
Setelah berhasil mencapai babak 16 Besar, Manchester United (MU) mengeluarkan pernyataan tegas. Manajer Ruben Amorim percaya bahwa timnya memiliki kemampuan untuk meraih gelar juara Liga Europa di musim 2024/2025. "Saya pikir kami dapat menjalani pertandingan demi pertandingan dan kami dapat memenangkannya," ucap Amorim, seperti yang dikutip dari TNT Sport. MU memang menjadi salah satu tim favorit di Liga Europa, tetapi mereka harus menghadapi tantangan berat di babak 16 Besar, di mana lawan-lawan tangguh siap menanti mereka.
Dalam babak ini, MU akan menghadapi beberapa tim yang berpotensi menyulitkan, seperti AZ Alkmaar, Midtjylland, Real Sociedad, dan Galatasaray. Meskipun diunggulkan, setiap pertandingan akan menjadi ujian yang serius bagi MU untuk membuktikan kualitas dan ketahanan mereka. Dengan komposisi pemain yang solid dan strategi yang tepat, harapan untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini tetap terbuka lebar. Namun, mereka harus tetap waspada terhadap ancaman dari lawan-lawan yang memiliki ambisi serupa.