Pemain Timnas Indonesia yang Tampil Menurun di BRI Liga 1: Bakal Dicoret Patrick Kluivert?

Meskipun demikian, ada beberapa pemain yang menunjukkan penampilan mengesankan bersama klub masing-masing.

Radifa Arsa
Oleh Radifa Arsa - Reporter
Pemain Timnas Indonesia yang Tampil Menurun di BRI Liga 1: Bakal Dicoret Patrick Kluivert?
Witan Sulaeman. Pengalaman bermain bersama AS Trencin di Liga Slovakia membuat Witan Sulaeman menjadi sosok yang menurut Alexandre Polking wajib diwaspadai para pemain bertahan Timnas Thailan (© 2025 Bola.com)

Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkompetisi di BRI Liga 1 2024/2025 menunjukkan adanya penurunan dalam performa mereka. Hal ini berpotensi membahayakan posisi mereka menjelang dilanjutkannya putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Meskipun demikian, ada beberapa pemain yang menunjukkan penampilan mengesankan bersama klub masing-masing. Contohnya, Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya menjadi kunci penting dalam membawa Dewa United meraih posisi atas di BRI Liga 1 2024/2025.

Di sisi lain, Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri menjadi andalan dalam lini pertahanan Persija Jakarta. Selain itu, Yakob Sayuri juga berhasil menunjukkan performa yang menjanjikan bersama timnya, Malut United. Sayangnya, prestasi yang baik ini tidak diikuti oleh beberapa pemain Timnas Indonesia lainnya yang juga bermain di BRI Liga 1.

Mereka menghadapi kesulitan untuk mencapai performa optimal, dan hal ini dapat mengancam masa depan mereka dalam agenda skuad Garuda yang akan datang. Beberapa dari mereka bahkan kehilangan posisi utama dan kesempatan untuk bermain secara reguler, sementara ada juga yang harus berjuang dengan cedera. Siapa sajakah mereka? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Di posisi kiper, perjalanan karier Ernando Ari bersama Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2024/2025 masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Penampilannya di bawah mistar gawang terbilang kurang menjanjikan. Dalam lima pertandingan terakhir, Ernando hanya mampu mencatatkan satu clean sheet. Secara keseluruhan, gawang yang dijaganya telah kebobolan enam gol dalam lima laga tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Ernando perlu meningkatkan performanya agar lebih konsisten.

Selain itu, dia juga akan menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan Maarten Paes. Persaingan ini semakin diperburuk dengan kabar bahwa Emil Audero akan segera dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia. Dengan adanya situasi ini, Ernando harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan tempat utama di tim. Tentu saja, semua ini menjadi tantangan tersendiri bagi kiper berusia 23 tahun ini untuk membuktikan kemampuannya di lapangan.

Kiprah Hokky Caraka di PSS Sleman saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Di awal musim, striker muda berusia 20 tahun ini menjadi salah satu pemain andalan dalam skuad Elang Jawa, khususnya di posisi penyerang. Pada putaran pertama, ia sering diturunkan sebagai starter dan berhasil mencetak tiga gol serta memberikan satu assist. Namun, situasi ini mulai berubah setelah Hokky harus absen untuk membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Sejak kepergiannya, kesempatan untuk bermain di putaran kedua menjadi semakin terbatas.

Hokky kini tidak pernah lagi tampil sebagai starter, dan peluangnya untuk bermain semakin menyusut. Dia hanya diberi kesempatan bermain pada pertengahan babak kedua, namun sayangnya tidak dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi tim. Penurunan performa ini tentu menjadi perhatian bagi pelatih dan penggemar, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh Hokky. Harapannya, ia dapat segera menemukan kembali ritme permainannya dan berkontribusi lebih bagi PSS Sleman di sisa musim ini.

Witan Sulaeman sepertinya mulai merasakan ketidakpastian mengenai peluang bermainnya di Persija Jakarta. Berbeda dengan musim lalu di mana ia sering tampil sebagai pemain inti, kini pemain berusia 23 tahun tersebut jarang mendapatkan kesempatan untuk bermain.

Di bawah bimbingan Carlos Pena, posisi Witan dalam skuad Persija semakin terancam. Selama musim ini, ia hanya tampil delapan kali sebagai starter dari total 21 penampilan yang ia jalani. Kontribusi yang berhasil ia berikan adalah empat assist. Jika keadaan ini terus berlanjut, Witan akan menghadapi kesulitan dalam menunjukkan kemampuannya kepada Patrick Kluivert. Pasalnya, jumlah menit bermain yang ia dapatkan tidak mencukupi untuk mencapai performa terbaiknya.

Belakangan ini, Malik Risaldi mulai tidak terlihat lagi dalam skuad Persebaya Surabaya. Pemain sayap berusia 28 tahun ini tidak dibawa oleh Paul Munster dalam dua laga terakhir Bajul Ijo di BRI Liga 1 2024/2025. Ketidakhadiran Malik Risaldi disebabkan oleh cedera yang dialaminya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dia mengalami fraktur pada jari kakinya, sehingga ia tidak dapat bermain dan harus menjalani proses pemulihan.

Kondisi ini tentunya menjadi peringatan bagi Malik Risaldi. Jika ia terus-menerus absen karena cedera, "dia bisa melewatkan pertandingan Timnas Indonesia melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 ini." Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kariernya, terutama menjelang pertandingan penting yang melibatkan tim nasional.

Rekomendasi