Luke Shaw Bela Sang Pelatih usai Gagal Juara, Sebut Ruben Amorim Sosok yang Tepat untuk MU
Luke Shaw percaya bahwa Ruben Amorim adalah pilihan yang ideal untuk melatih Manchester United (MU) saat ini.
Luke Shaw percaya bahwa Ruben Amorim masih merupakan pilihan yang tepat untuk melatih Manchester United (MU). Keyakinan tersebut diungkapkan setelah MU mengalami kegagalan meraih gelar Liga Europa 2024/2025 dengan kekalahan 0-1 di final pada Kamis (22/5/2025) dini hari WIB. Musim ini menjadi salah satu yang paling mengecewakan bagi Setan Merah dalam lebih dari lima dekade. Setelah kalah di final Liga Europa, kondisi MU semakin memprihatinkan.
MU dijadwalkan kembali bertanding di liga domestik pada hari Minggu (25/5/2025) dalam pertandingan terakhir musim ini. Jika mereka kalah dari Aston Villa, MU akan mencatatkan 19 kekalahan, yang berarti setengah dari total pertandingan sepanjang musim. Di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, tim ini hanya berhasil meraih enam kemenangan dari 26 laga liga. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelayakan Amorim untuk terus melatih MU.
Meski demikian, Shaw menegaskan bahwa para pemainlah yang harus bertanggung jawab atas performa buruk tim, bukan hanya menyalahkan Amorim. "Sulit untuk menggambarkan musim ini dengan kata-kata, tetapi saya pikir untuk klub seperti Manchester United, ini tidak cukup baik," ungkap Luke Shaw, seperti dikutip dari Manchester Evening News.
Dia juga menambahkan, "Saya pikir saya dan kami semua harus mempertanyakan diri kita sendiri malam ini. Apakah kami cukup baik untuk berada di sini? Karena klub ini, musim ini, tidak dapat diterima. Kami tahu itu dan itu tergantung pada kami."
Shaw melanjutkan, "Jadi seperti yang saya katakan, saya pikir ini sangat sulit untuk diterima. Sulit untuk mengatakan hal lain selain dari apa yang baru saja saya katakan. Saya pikir kita harus melihat diri kita sendiri. Sesuatu harus berubah." Pernyataan ini menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab para pemain terhadap hasil yang didapat selama musim ini.
Ruben Amorim adalah Pilihan Ideal untuk MU
Shaw menunjukkan wajah sedih ketika berbicara kepada wartawan di zona campuran setelah pertandingan, dan terkadang ia kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat. Pemain berusia 29 tahun ini telah menghabiskan 11 musim di Old Trafford dan menyaksikan langsung kemunduran yang dialami oleh Manchester United. Ia percaya bahwa banyak hal berkaitan dengan mentalitas tim dan bagaimana rasa percaya diri bisa memudar seiring waktu.
"Saya pikir kepercayaan diri adalah hal yang penting dalam sepak bola. Saya pikir sering kali musim ini kami memasuki pertandingan tanpa percaya bahwa kami bisa menang," ungkap Shaw.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya adanya perubahan dalam tim. "Saya pikir ada banyak hal yang perlu diubah. Saya pikir itulah sebabnya Ruben adalah orang yang 100% tepat. Ia tahu dan ia dapat melihat hari demi hari di klub, tidak hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan, di sekitar klub. Standar, pola pikir, seperti yang saya katakan, saya pikir ia melihat semuanya," tambahnya.
Shaw juga menyadari bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secara instan. "Saya pikir dia tahu apa yang perlu diubahnya. Tentu saja Anda tidak bisa mengubah semuanya sekaligus. Tentu saja saya pikir hasilnya tidak bagus sama sekali," imbuhnya.
Shaw menegaskan bahwa sebagai pemain, mereka memiliki tanggung jawab atas hasil yang didapat. "Tetapi saya pikir pada akhirnya, sebagai pemain, kamilah yang melangkah ke lapangan. Sebagai pemain, kamilah yang harus bertanggung jawab atas hasil ini," tutupnya. Dengan pernyataan ini, Shaw menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab yang dimiliki oleh setiap anggota tim dalam menghadapi tantangan yang ada.
Minta Maaf kepada Suporter
Kekalahan di final Liga Europa membuat Manchester United dipastikan tidak akan berkompetisi di Liga Champions pada musim depan, sehingga kehilangan peluang untuk mendapatkan pendapatan sebesar 100 juta pounds. Hal ini dapat menghambat rencana perombakan skuad yang sangat diperlukan oleh Amorim pada musim panas 2025.
Shaw pun menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar atas hasil buruk yang didapat oleh MU. "Saya rasa semua orang tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Bukan hanya untuk memenangkan trofi, tetapi juga untuk memenangkan Liga Europa, Liga Champions, kompetisi yang seharusnya diikuti klub ini," ungkapnya.
"Ini sangat merugikan. Kami harus bangkit dan menerima kritik. Karena seperti yang saya katakan, kami sebagai pemain, belum cukup baik untuk klub seperti Manchester United," sambung dia.
Lebih lanjut, Shaw menekankan pentingnya dukungan dari para penggemar. "Namun, yang ingin saya sampaikan adalah terima kasih banyak kepada para penggemar yang telah mendukung kami musim ini. Saya rasa tentu saja ini tidak mudah. Seperti yang saya katakan, kami bertanggung jawab penuh, tetapi saya hanya ingin meminta maaf kepada mereka atas musim ini. Namun, terima kasih banyak juga atas dukungannya," tambahnya.
Sumber: Manchester Evening News