Son Heung-min mengungkapkan bahwa ia telah mengalami mimpi yang sama selama tujuh hari berturut-turut sebelum final Liga Europa melawan Manchester United (MU) di Spanyol. Dalam mimpinya, ia melihat dirinya mengangkat trofi Eropa pertamanya bersama Tottenham Hotspur. Mimpi tersebut akhirnya terwujud pada kenyataan. Di Stadion San Mames, Bilbao, pada Kamis dini hari WIB (22-5-2025), Tottenham berhasil mengalahkan MU dengan skor tipis 1-0. Sebagai kapten tim, Son menjadi orang pertama yang menyentuh dan mengangkat trofi, disambut dengan sorakan dari rekan-rekan setim dan staf pelatih.
“Perasaan ini luar biasa. Ini adalah sesuatu yang selalu saya impikan,” kata Son dalam wawancara di lapangan bersama TNT Sports.
“Hari ini mimpi itu benar-benar terwujud. Apa lagi yang bisa saya katakan? Saya sangat, sangat bahagia. Saya adalah pria paling bahagia di dunia,” tambahnya.
Dengan perasaan bahagia dan bangga, Son merasakan momen bersejarah ini sebagai pencapaian terbesar dalam kariernya. Kemenangan ini tidak hanya berarti trofi, tetapi juga merupakan simbol kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh seluruh tim sepanjang kompetisi.
Advertisement
Merasa Tertekan Sebelum Pertandingan
Kemenangan ini lebih dari sekadar sebuah gelar bagi Tottenham Hotspur; ini merupakan akhir yang manis dari penantian yang cukup panjang. Trofi terakhir yang berhasil diraih oleh klub asal London Utara ini adalah Carabao Cup pada tahun 2008. Bagi Son Heung-min, gelar ini menjadi yang pertama sejak ia memulai karier profesional di Eropa bersama Hamburg SV pada tahun 2010. Setelah bergabung dengan Tottenham pada tahun 2015, ia akhirnya berhasil mengakhiri kutukan panjang yang membelenggu klubnya tanpa gelar.
"Saya merasa tertekan. Saya sangat menginginkannya," ungkap Son.
"Tujuh hari terakhir saya terus bermimpi soal pertandingan ini. Mimpi yang sama, gambaran yang sama, dan sekarang benar-benar terjadi. Saya akhirnya bisa tidur nyenyak dan menikmati semuanya," ujar Son, yang juga menjabat sebagai kapten Timnas Korea Selatan.
Dengan pencapaian ini, Son tidak hanya merasakan kebahagiaan pribadi, tetapi juga membawa semangat baru bagi tim dan para penggemar Tottenham Hotspur.
Advertisement
Berikan Penghargaan kepada Rekan Satu Tim
Son mengungkapkan rasa antusiasnya untuk merayakan kemenangan ini bersama rekan-rekannya. "Hari ini adalah hari kami merayakannya. Mari jadikan ini hari yang tak akan pernah mereka lupakan," ujarnya, sebelum melontarkan candaan, "Mungkin saya akan ketinggalan pesawat."
Dalam musim Premier League yang mengecewakan, di mana Spurs hanya berada di posisi ke-17 dan hampir terdegradasi, Son tetap memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pemain yang tetap bersatu di tengah kesulitan. "Kalau kami lihat sepanjang musim, selalu ada masa-masa sulit. Tapi, sebagai pemain, kami tetap bersama," jelasnya.
"Saya merasa sangat beruntung punya kelompok pemain sehebat ini di sisi saya," sambung dia.
Advertisement
Penggemar di Kampung Halaman
Son, yang menempati posisi sebagai pencetak gol terbanyak kelima dalam sejarah klub, dengan percaya diri mengklaim dirinya sebagai legenda Spurs, setidaknya untuk malam yang sangat berarti ini. "Untuk hari ini, saya bisa menyebut diri saya legenda klub ini," ungkapnya dengan senyuman.
Di Korea Selatan, ia telah lama dianggap sebagai legenda. Ribuan penggemar di kampung halamannya rela bangun pagi-pagi buta untuk menyaksikan pertandingan yang dimulai pada pukul 4 pagi waktu setempat. "Saya sangat bangga menjadi orang Korea dan memenangkan trofi ini," lanjut Son. "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada para penggemar di Korea. Dukungan mereka luar biasa, seperti orang gila," tambahnya.
Keberhasilan Son di lapangan tidak hanya mencerminkan kemampuannya sebagai pemain, tetapi juga menciptakan momen bersejarah bagi klub dan para penggemar. Dengan pencapaiannya, ia menginspirasi banyak orang, terutama di Korea Selatan, untuk mengejar impian mereka. Kemenangan ini menjadi simbol kebanggaan nasional, dan Son tidak ragu untuk berbagi rasa syukurnya kepada semua yang telah mendukungnya selama ini.
"Saya sangat bangga menjadi orang Korea dan memenangkan trofi ini," ucapnya, menunjukkan betapa pentingnya momen ini baginya dan bagi negaranya.
Sumber: Yonhap