Trinity Optima Production Mantap Terjun ke Bisnis Konten OTT
Merdeka.com - Perusahaan label rekaman dan manajemen artis, Trinity Optima Production (TOP), memperluas lini bisnisnya di ekosistem hiburan dengan terjun ke layanan over-the-top (OTT) menjelang pengujung 2022.
Melalui anak usahanya Trinity Pictures, perusahaan mengumumkan peluncuran serial terbaru Diary Putih Abu-Abu. Serial ini bakal diperani awak grup vokal Putih Abu-Abu.
CEO Trinity Optima Production, Yonathan Nugroho, optimistis serial tersebut akan mendapat respons positif dari penonton.
"Ketika mengetahui bahwa ini adalah debut akting perdana bagi semua anggota grup vokal Putih Abu-Abu, kami langsung sepakat untuk mendukung proses produksinya. Sebab, sudah menjadi komitmen kami sebagai perusahaan untuk aktif mendorong talent mengeksplorasi bakat di luar musik," katanya dalam keterangannya.
Grup Vokal Putih Abu-Abu Memiliki Basis Fans
Yonathan menilai, grup vokal Putih Abu-Abu memiliki basis fans yang sangat baik dan solid serta didukung profesionalisme dan talenta masing-masing anggotanya.
Putih Abu-Abu berisi enam anggota perempuan, yakni Cheryll FS (Cheryll), Tiara Kamilah (Taya), Karina Amelia Putri (Karin), Alma Thania (Alma), Reikhansa (Rei), dan Neneng Intan (Intan), memiliki akun YouTube dengan 7 juta subscribers dan ditonton lebih dari 1,75 miliar views.
"Hal ini menjadi kunci agar debut di luar core musik bisa sukses. Jadi, tidak asal lagi tren, lalu terjun ke lini lain. Semua harus ada persiapan, dan analisa pasar, dan perilaku audiensnya," tambahnya.
Lebih jauh, Yonathan menerangkan, keputusan TOP menjajaki bisnis konten OTT berangkat dari analisis mendalam. Data Clarity Research Indonesia mencatat, pelanggan konten berlangganan (subscription video on demand/SVOD) di Tanah Air naik dari sekitar 200.000 pada 2016 menjadi 11,5 juta pengguna pada 2021.
Bagi TOP, fakta tersebut menunjukkan konten digital pada masa depan memiliki prospektif. Apalagi, iklan semakin bergeser dari TV atau media penyiaran (broadcast) konvensional lainnya ke konten-konten yang diproduksi untuk OTT.
"Ini membuat kami yakin bahwa konten di OTT bisa menghasilkan revenue stream baru dengan tambahan iklan yang masuk. Bedanya, standar penayangan iklan lebih dikurasi dan tidak memengaruhi jalan cerita maupun script. Konsumsi iklan dan permintaan format konten yang fresh adalah nilai tambah bagi OTT di mata kami," tutur Yonathan.
Sementara itu, riset The Trade Desk dan Kantar berjudul "Future of TV Indonesia 2022", RI dipandang sebagai pasar yang paling toleran terhadap iklan di Asia Tenggara. Sebanyak 50 juta penonton di Indonesia bergantung pada OTT berbasis iklan, di mana 42% bersedia menonton 4 iklan atau lebih setiap jamnya demi mendapatkan konten gratis.
Riset tersebut juga memaparkan, tingkat kepekaan pada merek (brand recall) dari sebuah iklan di platform OTT meningkat secara signifikan. Sebanyak 35%penonton OTT mampu mengingat merek yang diiklankan, padahal tahun sebelumnya hanya sebesar 23%.
Di sisi lain, melejitnya penggunaan platform OTT melalui peningkatan jumlah penonton VOD di Indonesia memiliki tantangan tersendiri bagi kreator. Menurut Asia Video Industry Association (AVIA), ongkos produksi original content semakin mahal serta kian sulit mencari talenta andal.
Kreator Film Lokal
Trinity Pictures pun hadir dengan menawarkan solusi agar kreator film lokal bisa tetap berkarya. Salah satunya dengan dukungan pendanaan, supervisi produksi, hingga promosi. Pemilihan medium tayang juga punya andil.
Yonathan mengatakan, pihaknya terkesan dengan kinerja MAXStream. Adanya kesamaan visi, menurutnya, adalah langkah pertama yang harus dikantongi setiap bisnis untuk berekspansi.
"MAXstream punya performa yang luar biasa. MAXstream memiliki 8 juta pengguna aktif bulanan dan 32 juta unduhan. Selain di Indonesia, mereka juga sukses merambah pasar di kawasan Asia, seperti di Malaysia, Brunei, dan Thailand. Hal ini tentu semakin membuat kami bersemangat dan percaya diri untuk memproduksi konten audio visual, sebagai salah satu fondasi ekosistem entertainment yang sedang dibangun," paparnya.
General Manager Digital Content Creation Telkomsel, Suryanda Stevanus, menambahkan, kolaborasi dengan Trinity merupakan wujud komitmen perusahaannya dalam mendukung kemajuan sektor industri kreatif dengan memberikan ruang berkarya bagi talenta kreaktif lokal agar lebih berdaya.
"Hadirnya serial drama komedi ini sekaligus melengkapi beragam konten orisinil yang telah dihadirkan MAXstream sebagai bentuk komitmen untuk menjadi The Home of Entertainment yang mampu memenuhi kebutuhan hiburan digital berkualitas kelas dunia bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Bersama TOP, serial Diary Putih Abu-Abu ini turut dikerjakan dengan kolaborasi lintas industri, seperti sineas Hedy Suryawan selaku sutradara, Ria Imelda sebagai produser, dan ide cerita oleh Aria Baja. Trinity Pictures juga menggandeng Orcalight Creative Hub sebagai rumah produksi (production house).
(mdk/end)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya