Datang Melayat ke Potlot, Rano Karno Kaget Ternyata Bunda Iffet Menantu dari Gubernur DKI Jakarta Pertama

Rano Karno bilang Gubernur DKI Jakarta juga akan menghadiri acara melayat tersebut.

Zulfa Ayu Sundari
Oleh Zulfa Ayu Sundari - Reporter
Datang Melayat ke Potlot, Rano Karno Kaget Ternyata Bunda Iffet Menantu dari Gubernur DKI Jakarta Pertama
Rano Karno (Foto: YouTube/ Liputan6) (© 2025 Liputan6.com)

Aktor senior yang juga terjun ke dunia politik, Rano Karno, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian Bunda Iffet. Dalam kapasitasnya sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rano menyampaikan penghormatan dan rasa kehilangan yang besar terhadap sosok yang dianggap sangat berjasa untuk generasi muda.

"Saya atas nama pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut berduka cita atas wafatnya ibunda tercinta kita, seseorang yang sangat luar biasa jasanya bagi generasi muda, bagi anak-anak Indonesia," kata Rano Karno, Minggu (27/4).

Selain itu, Rano juga menceritakan kisah menarik mengenai latar belakang keluarga Bunda Iffet. Dia mengaku baru mengetahui mertua mendiang Bunda Iffet ternyata Gubernur DKI Jakarta pertama yakni Soemarno Sosroatmodjo.

Informasi tersebut ia dapatkan setelah berbincang dengan anak almarhumah, Bimbim Slank.

"Saya tadi ketemu Mas Bimbim, terkejut bahwa kakek beliau ternyata Gubernur pertama Jakarta. Tadi dikasih lihat foto-fotonya, wah mungkin pengetahuan saya terbatas. Ternyata Bimbim dan keluarganya adalah bagian dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ungkap Rano.

Pernah Bertemu Bunda Iffet 5 Tahun Lalu

Rano menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta saat ini dijadwalkan untuk memberikan penghormatan terakhir.

"Insyaallah nanti Pak Gub juga akan hadir ke sini. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan," tuturnya.

Dalam mengenang momen terakhirnya bersama almarhumah, Rano menceritakan pertemuannya dengan Bunda Iffet yang terjadi sekitar 5 tahun lalu dalam sebuah acara keluarga. Pada saat itu, Rano masih menjabat sebagai Gubernur Banten dan menghadiri sosialisasi mengenai bahaya narkoba.

"Saya pernah bertemu almarhum, tetapi itu sudah cukup lama, mungkin lebih dari lima tahun yang lalu, saat acara keluarga. Pada waktu itu, saya masih menjabat sebagai Gubernur Banten dan juga ada sosialisasi mengenai bahaya narkoba," kenang Rano.

Kepergian Bunda Iffet meninggalkan rasa duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menghargai dedikasinya untuk anak-anak Indonesia. Ucapan belasungkawa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas segala jasa yang telah diberikan semasa hidupnya.

Rekomendasi