Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, telah menyampaikan laporan mengenai kinerjanya setelah 140 hari menjabat sebagai anggota legislatif di DPR RI. Berbeda dengan banyak artis yang terjun ke dunia politik, Verrell berhasil menetapkan standar baru bagi para politisi di Gedung Senayan.
Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (25/2/2025), Verrell menyatakan, "Dari awal saya dilantik, saya sempat bilang kalau ada yang skeptis terhadap saya, ya nggak apa-apa. Tapi saya akan membuktikan bahwa saya bekerja menjadi pelayan masyarakat, dan prioritas saya adalah membantu masyarakat." Ia juga menyoroti salah satu pencapaiannya terkait tunjangan guru honorer yang akhirnya berhasil direalisasikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Verrell menambahkan, "Selama Oktober - Februari, sudah ada puluhan rapat yang dilaksanakan bersama para mitra. Beberapa perjuangan saya bisa dilihat juga di sosial media saya. Mulai dari kenaikkan tunjangan guru honorer, yang disuarakan pada 24 Oktober lalu. Dan Alhamdulillah, direalisasikan oleh Presiden Prabowo." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Verrell untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat.
Advertisement
Permasalahan yang bersifat nasional
Verrell menempatkan isu pendidikan dan olahraga sebagai salah satu prioritas utamanya. Saat ini, ia tengah memperjuangkan beberapa hal penting, termasuk tunjangan kinerja dosen (tukin) dan pembinaan untuk para atlet.
Verrell menyatakan, "Saat ini saya juga sedang memperjuangkan aspirasi tukin dosen yang belum cair sejak 2020. Terkait penerima Beasiswa Indonesia Maju Batch 4 yang terancam terlantar. Dan juga terkait atlet kita yang kurang pembinaan," tutup Verrell.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa seriusnya ia dalam menangani masalah yang berkaitan dengan pendidikan dan olahraga di Indonesia. Ia berharap agar semua isu ini dapat segera teratasi demi kesejahteraan para pendidik dan atlet.
Advertisement
Berbagai Pencapaian Verrell Bramasta
Perjuangan untuk meningkatkan kinerja guru honorer terus dilakukan oleh Mendikdasmen, yang juga selalu bersuara lantang. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Selain itu, Mendiktisaintek bersama dengan pihak terkait sedang berjuang untuk menuntaskan tunjangan kinerja dosen yang sudah tertunda selama bertahun-tahun. Hal ini penting agar para dosen mendapatkan hak yang seharusnya mereka terima.
Audiensi mengenai pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga juga menjadi agenda penting. Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan dukungan bagi para atlet nasional.
Kunjungan kerja ke Bangkok, Mesir, dan Malaysia dilakukan untuk mewakili kepentingan Indonesia dan memperjuangkan hak serta kesehatan siswa-siswi WNI yang berada di luar negeri. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak.
Dalam waktu dua bulan, telah dilakukan 50 kali kunjungan ke daerah pemilihan. Kegiatan ini menunjukkan keseriusan dalam mendengarkan aspirasi masyarakat dan menjalin komunikasi yang baik.
Perjuangan untuk merealisasikan Beasiswa Indonesia Maju Batch 4 untuk tahun 2025 juga terus dilakukan. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih banyak bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan.
Selain itu, terdapat dorongan untuk mendukung naturalisasi pemain sepak bola agar Timnas Indonesia dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas tim nasional.
Usaha untuk mengubah citra DPR dan Parlemen menjadi lebih positif di kalangan Gen Z dan Milenial juga dilakukan. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan generasi muda terhadap lembaga legislatif.
Partisipasi aktif dalam berbagai rapat dan vokal dalam menyampaikan pendapat mengenai isu-isu penting juga menjadi fokus. Keberanian untuk bersuara di forum publik menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Pembangunan PAUD dan sarana prasarana di daerah pemilihan Jabar VII juga menjadi perhatian. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut.
Menjadi juru bicara Fraksi PAN dalam diplomasi luar negeri adalah peran yang sangat strategis. Melalui posisi ini, bisa menyampaikan pandangan dan kepentingan Indonesia di forum internasional.
Kunjungan spesifik ke lima daerah tertinggal, termasuk NTB, menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan di wilayah tersebut. Ini adalah langkah penting untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.