Beberapa waktu lalu, Band Radja sempat menjadi korban penyekapan hingga diancam dibunuh saat baru saja manggung di Malaysia. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dengan sigap pihak polisi mengamankan dua orang pria yang merupakan pelaku pengancaman tersebut. Namun Ian Kasela Cs menyayangkan karena pelaku justru dibebaskan.
Kata Ian, ketentuan hukum yang berlalu di Malaysia berbeda dengan di Tanah Air. Sehingga dua pelaku tersebut bisa dibebaskan karena mampu membayar jaminan. Berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Amat Disayangkan
Sebagai korban, Ian amat menyayangkan keputusan pihak kepolisian Malaysia yang membebaskan pelaku penyekapan.
"Salut terhadap responnya, cuman disayangkan ketentuan hukum yg berlaku berbeda, tp apa daya 😪," terang Ian Kasela di laman instagram pribadinya.
"Sehingga 2 org pelaku yg bernama Muremthiran a/l chandra sekaran ( pelaku utama ) warga negara Malaysia dan Mohamed reezan bin mohd fadzil ( pelaku kedua ) warga negara Singapore berdasarkan nomor paspor. Setelah ditahan dan dimintai keterangan informasinya dilepaskan lagi karena mampu bayar jaminan 😪," sambungnya.
Advertisement
Tautkan ke Jokowi
Ian menautkan unggahannya itu kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi.
"Lalu bagaimana selanjutnya ? Apa ada jaminan bhw pelaku tidak akan mengambil tindakan lain lagi yg bsa mengakibatkan hal" yg tdk di inginkan kembali ???," paparnya.
"Cc. Ketua Polis Johor, Datuk Kamarul Zaman Mamat @polisjohor_official @listyosigitprabowo @jokowi @cnnindonesia," lanjut Ian.
Advertisement
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, Ian bercerita tentang kronologi kejadian penyekapan yang terjadi setelah Band Radja manggung di sebuah acara di Malaysia.
"Tiba" secara serempak orang" berbadan besar" dan berpakaian hitam" seperti bodyguard berjumlah lebih kurang 15 org masuk keruangan kami bersama 2 org dari pihak Tourism Majestic Johor selaku penyelenggara dan langsung mengunci pintu ( menyekap )," jelasnya.
"Lalu spontan menendang meja kemudian dengan nada tinggi marah" sambil menunjuk-nunjuk muka kami dan mengeluarkan kata" kasar sambil membentak serta mengancam akan membunuh kami jika kembali lagi ke Malaysia," sambungnya.
Advertisement
Dibentak Tanpa Sebab yang Jelas
Para personel band Radja benar-benar bingung dan tak tahu apa penyebab orang-orang tersebut melakukan tindakan tak terpuji itu.
"Tanpa memberikan kesempatan kepada kami untuk berbicara, baik bertanya ttg masalah maupun pembelaan diri. Kamipun kemudian mendapat perlakuan fisik seperti dorongan keras kepada saya sampai saya terpojok kedinding dan tidak bisa apa"," kata Ian.
"Begitu juga terhadap personil radja lainnya dibentak dan disuruh diam serta duduk di lantai bahkan dilempar botol minuman yang hampir mengenai wajah drummer radja," lanjut dia.