Dino Patti Djalal Sebut Rapper Rich Brian Tak Layak Jadi Panutan

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyebut raper Rich Brian tak layak jadi panutan. Dalam twitternya, Dino menyebut Rich Brian kerap mengunggah kalimat jorok, porno dan kasar.

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
Dino Patti Djalal Sebut Rapper Rich Brian Tak Layak Jadi Panutan
Rich Brian dan Jokowi. ©2019 Merdeka.com

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyebut raper Rich Brian tak layak jadi panutan. Dalam twitternya, Dino menyebut Rich Brian kerap mengunggah kalimat jorok, porno dan kasar.

"Maaf, walaupun ia mungkin berprestasi, saya sbg seorang ayah memandang rapper diaspora Rich Bryan BUKAN panutan / tauladan bagi pemuda Indonesia, mengingat tweetnya yg sering bernada jorok, porno, kasar dan kadang merendahkan wanita," cuit Dino di akun twitternya,

Cuitan Dino menuai polemik. Banyak yang membela Rich Brian dari penilaian mantan Dubes AS itu. Ada juga yang memunculkan kembali tweet Dino yang pernah berniat mengundang Rich Brian dalam salah satu acara diaspora di AS.

"We are trying to find Indonesian rapper @richbrian to invite him to speak at Supermentor Los Angeles end of April, along with me nd @ridwankamil. Can anyone help ?" tulis Dino tanggal 20 April 2018 lalu.

Brian Imanuel Soewarno atau Rich Brian, pria kelahiran 3 September 1999 tersebut diketahui menorehkan rekor sebagai artis Asia pertama yang mampu memuncaki tangga album iTunes untuk musik hip hop. Brian juga pernah masuk ke dalam daftar tahunan bertajuk "Forbes 30 Under 30: 2018" yang merupakan apresiasi atas pencapaian karier mereka dan pengaruhnya bagi sekitar.

Tanggal 7 Juli 2019 lalu, Brian sempat diundang ke Istana Bogor untuk bertemu Presiden Jokowi.

"Tadi ngobrolin tentang musik dan album saya berikutnya. Ini pertama kali masuk Istana, pertama kali ketemu Pak Jokowi juga," kata Brian selepas pertemuan, seperti dilansir dari siaran pers Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Chandra A. Kurniawan.

Rekomendasi