Chelsea Elizabeth Islan merasakan perbedaan antara akting di depan kamera dengan akting di atas panggung teater lewat film terbarunya, REFRAIN. Perbedaan tersebut ia rasakan terutama pada saat ia harus melakoni adegan sedih. Dalam teater, menurutnya, adegan sedih ditunjukkan dengan bahasa tubuh. Sedangkan dalam film beradegan nangis harus diaplikasikan senatural mungkin dengan meneteskan air mata.
"Sebenarnya dalam syuting film ini aku gak ada kendala, gak ada yang susah. Menangis itu buat aku gak terlalu susah. Cuma saat itu kan first time dan kalo di teater itu gak sampai keluar air mata tapi hanya dari gerakan tubuh, ligthing. Nah kalo di film kan, benar-benar harus mengaplikasikan nangis," urainya di Gedung AXA, Jakarta, Jumat (21/6).
"Sebenarnya saat itu gak terlalu susah, aku me-mindset-kan diri aku untuk coba menangis. Jadi pas dibilang action, langsung nangis," lanjutnya.
Untuk memudahkan dirinya beradegan menangis, Chelsea Islan membayangkan karakter Annalise yang tersiksa batin karena menyembunyikan perasaannya yang terhadap Nata (Afgan Syah Reza).
"Sebenarnya gak membayangkan apa-apa. Aku benar-benar mencoba menghayati peran aku sebagai Annalise yang sedih karena tidak bisa mengungkapkan perasaannya dan lebih sedihnya lagi Nata (Afgan) yang dicintainya ternyata lebih memilih wanita lain. Aku ngebayangin situasi itu," tandasnya.
#Baca juga
- Trailer Perdana Biopik Steve Jobs, 'JOBS' Dirilis
- Deretan Seleb Siap Menerima Walk Of Fame
- '5CM THE MOVIE' Laris Diorder Lewat iTunes
- Brad Pitt Isyaratkan Sekuel 'WORLD WAR Z'
- 'BAD TEACHER 2' Akan Kembali Dengan Kata-Kata Kotor
- 5 Pemain Film Ini Enggan Gunakan Sosial Media
(kpl/hen/dis/dka)