Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jakarta Kota Budaya, Boneng: Apanya yang Berbudaya Panggung aja Susah

Jakarta Kota Budaya, Boneng: Apanya yang Berbudaya Panggung aja Susah Boneng. YouTube/ KOMENG Info ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Aktor Senior Zainal Abidin atau yang akrab disapa Diding Boneng yang wajahnya tentu sudah tidak asing lagi. Boneng hadir dalam kanal YouTube KOMENG info dalam tajuk 'Boneng pantes jadi Gubernur, biar Teater makmur' pada hari Rabu (3/3).

Rupanya Boneng dalam usianya yang sudah tak muda lagi, bahkan rambut sudah memutih, Boneng masih terlihat gagah.

Dalam wawancara itu, Boneng bercerita banyak tentang perjalanan karirnya di bidang seni, khususnya teater. Boneng juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan berteater.

Bahkan, bisa dibilang teater sudah mendarah daging. Lewat teater, Boneng bisa bermain film.

Kesulitan Ruang Bermain

Namun di lain sisi, menurut Boneng baik Teater, Tari, Tradisi Lenong saat ini memiliki kesulitan dalam ruang bermain atau tempat. Mungkin ada namun biaya sewa yang harus dikeluarkan cukup mahal.

Keterbatasan itu membuat Boneng merasa Jakarta saat ini masih belum bisa dikatakan Kota Berbudaya.

Menurutnya, kesenian tradisi ini harus terus berkembang seiring dalam perkembangan zaman, budaya ini harus tetap di lestarikan. Memberikan kesempatan dengan memberi ruang bermain untuk para seniman-seniman.

"Kalau gua nih, itu mall-mall di wajibin buat tiap Sabtu, Minggu musti ada kesenian tradisi, karnakan mall punya panggung-panggung tuh" ungkap Boneng.

"Atau kalo gapunya panggung, itu mall-mall tuntut, kalo lo harus bikin panggung. gapunya duit? gapake duit, ajak kerjasama aja" sambung Boneng.

Boneng Harap Turis Bisa Datang Ke Jakarta

Boneng berharap setiap minggu paling tidak masyarakat dan turis yang datang ke Jakarta bisa lihat kesenian tradisi khas Jakarta. Apalagi mall-mall di Jakarta cukup banyak.

"Kalo di mall mall seluruh Jakarta, dibangun kesenian seperti itu. kitakan jadi punya calender of eventnya" tutur Boneng.

"jadi, kalo gitu baru bisa dikatakan namanya Jakarta Kota Budaya, nah kalo sekarangkan? cuma Lead aja, apanya yang berbudaya? mana? panggung aja susah." tambah Boneng.

Maka dari itu Boneng berharap, tradisi ini masih dapat makmur di Jakarta, dan baru bisa dikatakan Jakarta Kota yang Berbudaya.

 

Reporter Magang: Syifa Caecar Madyaratri

(mdk/end)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP