Wujudkan Swasembada Pangan, Pemkab Serang Panen 18 Ton Jagung Hibrida
Pemkab Serang sukses menggelar panen raya 18 ton jagung hibrida di Kopo, Serang, menegaskan komitmen wujudkan swasembada pangan daerah. Bagaimana kolaborasi ini berhasil?
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang baru-baru ini sukses menggelar panen raya jagung hibrida di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo. Acara ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk mencapai swasembada pangan. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah tersebut.
Sebanyak 18 ton jagung hibrida berhasil dipanen dari lahan seluas tiga hektare yang dikelola secara kolaboratif. Hasil panen yang signifikan ini menjadi bukti efektivitas kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Bupati Serang, Ratu Rachmatu Zakiyah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk melihat hasil nyata dari program ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya peran desa dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah dan memperkuat ekonomi lokal.
Kolaborasi Strategis Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah
Bupati Serang, Ratu Rachmatu Zakiyah, menyatakan bahwa panen raya ini adalah wujud nyata dari ketahanan pangan yang dibangun dari tingkat desa. Program ini secara langsung mendukung misi pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Hasil panen jagung hibrida yang besar ini menjadi indikator keberhasilan kolaborasi.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan kelompok tani. "Hasilnya cukup besar. Ini adalah kolaborasi nyata antara pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan kelompok tani," ujar Bupati. Sektor pertanian diharapkan menjadi pilar utama ketangguhan ekonomi di tingkat desa.
Komitmen Pemkab Serang juga terlihat dari upaya memperkuat peran Bumdes dalam rantai pasok pertanian. Hal ini bertujuan untuk menjamin stabilitas harga jual bagi para petani, sehingga kesejahteraan mereka dapat meningkat. Bupati optimis bahwa sektor pertanian akan menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Produktivitas Lahan dan Distribusi Jagung Hibrida
Camat Kopo, Imron, menjelaskan bahwa lahan seluas tiga hektare tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Budi Makmur. Mereka mendapatkan pendampingan intensif dari Bumdes Ranca Makmur untuk memastikan hasil optimal. Produktivitas lahan di wilayah ini tergolong tinggi, dengan satu hektare mampu menghasilkan enam ton jagung.
Dengan demikian, total panen dari tiga hektare lahan mencapai 18 ton jagung hibrida. Jenis jagung yang dipanen ini secara khusus diperuntukkan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan jagung hibrida untuk pakan ternak menunjukkan fokus pada kebutuhan pasar yang spesifik dan berkelanjutan.
Hasil panen jagung hibrida ini tidak langsung dijual ke pasar bebas, melainkan diserap melalui kerja sama dengan Bulog. Bulog nantinya akan mendistribusikan jagung tersebut ke berbagai perusahaan produsen pakan ternak. Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani dan menjaga stabilitas harga.
Pihak kecamatan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah yang hadir langsung dalam panen perdana ini. Kehadiran dan dukungan tersebut sangat memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas. Hal ini demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan dan memperkuat sektor pertanian.
Sumber: AntaraNews