Warren Buffett Tak Percaya Kripto: Saya Hampir Pastikan Ini akan Berakhir Buruk
CEO Berkshire Hathaway ini pernah menyampaikan pandangan tajamnya terhadap Bitcoin di hadapan para pemegang saham pada tahun 2018.
Berinvestasi dalam mata uang kripto bukanlah perkara mudah. Aset digital ini dikenal dengan volatilitas ekstrem, di mana harganya bisa naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat. Bahkan Bitcoin, sebagai mata uang kripto paling terkemuka, telah mengalami banyak pasang surut sepanjang perjalanannya.
Tingginya volatilitas ini, ditambah dengan kenyataan bahwa pergerakan harga kripto sering kali lebih dipengaruhi oleh tren dan sensasi ketimbang fundamental bisnis yang solid, menjadi alasan kuat bagi investor legendaris Warren Buffett untuk tetap menjauhi aset ini.
Melansir dari MSN, CEO Berkshire Hathaway ini pernah menyampaikan pandangan tajamnya terhadap Bitcoin di hadapan para pemegang saham pada tahun 2018.
"Bitcoin mungkin adalah racun tikus yang sangat ampuh," ungkap Buffett.
Dia menegaskan ketidakpercayaannya terhadap aset digital tersebut.
"Dalam hal mata uang kripto secara umum, saya hampir bisa memastikan bahwa ini akan berakhir buruk. Kami tidak memiliki mata uang kripto, tidak melakukan short selling, dan tidak akan pernah memiliki posisi di dalamnya," tegasnya.
Seiring berjalannya waktu, mata uang kripto telah mengalami berbagai dinamika pasar, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, pergerakannya lebih banyak mengarah ke atas.
Salah satu faktor pendorongnya adalah terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS, yang dikenal sebagai pendukung mata uang kripto. Tercatat, sejak 4 November 2024 sehari sebelum pemilu nilai Bitcoin melonjak sekitar 30 persen.
Bersinggungan dengan Industri
Menariknya, meski bersikap skeptis terhadap kripto, Buffett secara tidak langsung telah bersinggungan dengan industri ini. Empat tahun lalu, Berkshire Hathaway berinvestasi sebesar USD500 juta di Nu Holdings, perusahaan perbankan asal Brasil yang memiliki platform kripto sendiri.
Tak hanya itu, perusahaan Buffett itu kemudian menambah investasinya sebesar USD250 juta. Namun, jika melihat skala bisnisnya, angka tersebut tergolong kecil bagi Berkshire Hathaway, yang memiliki kapitalisasi pasar mencapai USD1 triliun.
Oleh karena itu, kecil kemungkinan Buffett akan menjadikan kripto sebagai bagian besar dari portofolionya dalam waktu dekat.
Hingga tahun 2022, sikap Buffett terhadap Bitcoin tetap tidak berubah. Dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway tiga tahun lalu, dia dengan tegas menyatakan dirinya tak akan menerima semua Bitcoin di dunia sekalipun diberikan secara cuma-cuma.
"Jika Anda menawarkan saya semua Bitcoin di dunia seharga USD25, saya tidak akan menerimanya. Karena apa yang bisa saya lakukan dengannya? Saya hanya bisa menjualnya kembali kepada Anda. Bitcoin tidak menghasilkan apa-apa," ujar Buffett.
Kripto Makin Diterima di Perusahaan Seluruh Dunia
Meski demikian, tak bisa dipungkiri kripto semakin diterima oleh banyak perusahaan di seluruh dunia. Deloitte mencatat berbagai bisnis mulai menggunakan mata uang digital untuk keperluan investasi, operasional, hingga transaksi.
"Para pedagang menggunakan pembayaran mata uang digital dengan harapan memperoleh keunggulan kompetitif dan dengan keyakinan bahwa penggunaan mata uang digital akan terus berkembang," ungkap Deloitte.
Namun, bagi Buffett, kripto tetap bukan pilihan investasi yang menarik. Sebagai investor yang selalu mencari bisnis dengan model yang jelas, stabilitas finansial, dan produk atau layanan yang memiliki permintaan nyata, ia cenderung menghindari aset yang tidak menghasilkan nilai atau pendapatan riil.
Buffett mungkin menghindari kripto karena tidak dapat menciptakan nilai atau pendapatan nyata seperti aset tradisional lainnya.
Sikap skeptis Buffett menunjukkan meskipun kripto terus berkembang dan menarik banyak minat, tidak semua investor melihatnya sebagai aset yang layak untuk dipegang dalam jangka panjang.