Unhas dan IKN Jajaki Implementasi Kendaraan Listrik Hasil Riset Kampus untuk Kota Hijau
Otorita IKN dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki implementasi Kendaraan Listrik Unhas IKN hasil riset kampus. Inovasi ini relevan dengan konsep IKN sebagai kota cerdas dan ramah lingkungan.
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) baru-baru ini melakukan penjajakan serius terkait implementasi produk riset kampus. Fokus utama penjajakan ini adalah pengembangan kendaraan listrik yang dihasilkan oleh tim peneliti Unhas. Inisiatif ini dinilai sangat relevan dengan visi IKN sebagai kota hijau dan cerdas di masa depan.
Direktur Sarana Prasarana Dasar IKN, Cakra Nagara, menjelaskan bahwa pihaknya telah meninjau langsung berbagai inovasi Unhas di Makassar pada Minggu. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknologi kendaraan listrik sebelum diterapkan secara luas di kawasan IKN. Langkah konkret ini menunjukkan komitmen untuk mewujudkan IKN sebagai pusat inovasi berkelanjutan.
Proses penjajakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk mendorong realisasi hasil riset menjadi produk yang dapat dimanfaatkan. Otorita IKN ingin memastikan inovasi tidak berhenti di tahap penelitian, tetapi dapat memberikan dampak signifikan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan IKN akan teknologi adaptif dan ramah lingkungan.
Otorita IKN Dorong Implementasi Kendaraan Listrik Unhas untuk Kota Hijau
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara aktif menjajaki potensi implementasi kendaraan listrik Unhas IKN sebagai solusi transportasi di Ibu Kota Nusantara. Konsep pembangunan IKN yang mengusung prinsip green city dan smart building menuntut dukungan teknologi inovatif. Kendaraan listrik hasil riset Unhas dianggap mampu menjawab tantangan tersebut.
Cakra Nagara menegaskan pentingnya proses verifikasi teknologi sebelum adopsi penuh. “Kami melakukan penjajakan terkait berbagai inovasi yang dihasilkan Unhas, termasuk kendaraan listrik ini. Intinya, kami ingin melihat apakah produk riset ini bisa diterapkan atau tidak," ujarnya. Penekanan pada realisasi nyata menjadi prioritas utama Otorita IKN.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Unhas menjadi kunci dalam pengembangan berkelanjutan IKN. Teknologi yang adaptif, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan lebih lanjut adalah kriteria utama. Implementasi kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan mendukung ekosistem transportasi yang efisien di IKN.
Inovasi Unhas: Tiga Jenis Kendaraan Listrik Siap Dukung IKN
Universitas Hasanuddin telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan melalui program strategisnya. Sejak tahun lalu, Unhas membentuk tim khusus untuk fokus pada pengembangan kendaraan listrik Unhas. Inisiatif ini merupakan arahan langsung dari Rektor Unhas, bertujuan untuk memperkuat inovasi kampus yang berdampak nyata.
Hingga saat ini, Unhas berhasil meluncurkan tiga jenis kendaraan listrik yang berbeda fungsinya. Kendaraan tersebut meliputi shuttle car untuk transportasi penumpang, executive car untuk keperluan lebih formal, dan clean car yang dirancang khusus sebagai pengangkut sampah. Diversifikasi produk ini menunjukkan kapasitas riset Unhas yang luas.
Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Muhammad Isran Ramli, menjelaskan bahwa hilirisasi riset menjadi target utama. “Salah satu sasaran kampus berdampak adalah bagaimana hasil hilirisasi riset Unhas dapat digunakan oleh instansi mitra, pemerintah, industri, maupun dunia usaha,” jelas Prof Isran. Hal ini sejalan dengan tujuan Unhas untuk memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Kolaborasi Strategis IKN-Unhas Perkuat Pembangunan Berkelanjutan
Penjajakan implementasi kendaraan listrik ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis antara Otorita Ibu Kota Nusantara dan Unhas. Kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada April 2026. Perjanjian ini mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang semuanya diarahkan untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Ruang lingkup kerja sama tersebut sangat komprehensif, meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Selain itu, pemberdayaan kepakaran melalui kajian ilmiah dan penelitian juga menjadi fokus utama. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam membangun IKN yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia dan inovasi.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan nasional. Implementasi hasil riset seperti kendaraan listrik Unhas IKN adalah contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mewujudkan visi pemerintah. Kemitraan ini akan terus diperkuat untuk mencapai tujuan pembangunan IKN yang berkelanjutan dan berwawasan masa depan.
Sumber: AntaraNews