Trivia: Mentan Gandeng 3 Bupati untuk Genjot Pengembangan Kopi dan Kakao Sulsel, Perkuat Daya Saing Nasional
Menteri Pertanian menggandeng tiga bupati di Sulawesi Selatan untuk menggenjot pengembangan kopi dan kakao Sulsel. Sinergi ini diharapkan memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah strategis dengan menggandeng tiga bupati di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan komoditas kopi dan kakao. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing komoditas perkebunan nasional secara signifikan.
Amran menjelaskan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Bupati Pinrang Irwan Hamid, Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, dan Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg. Pertemuan ini fokus membahas rencana pengembangan komoditas perkebunan unggulan tersebut. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam program ini.
“Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pinrang, Bupati Enrekang, dan Bupati Tana Toraja menyatakan siap bersinergi untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Selasa. Komitmen ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mencapai tujuan bersama. Mentan juga menegaskan pihaknya berkomitmen mengawal pengembangan kopi dan kakao di Sulawesi Selatan melalui pendampingan serta peningkatan kualitas produksi.
Sinergi Pusat-Daerah dan Potensi Komoditas Unggulan
Bupati Pinrang Irwan Hamid menegaskan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Kementerian Pertanian. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan kopi dan kakao. Audiensi yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, menjadi awal dari kolaborasi penting ini.
“Hari ini kami diterima Bapak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman). Kami membahas terkait ketahanan pangan, bagaimana caranya kita menjalankan ketahanan pangan sesuai Astacita Presiden Prabowo,” jelas Irwan. Diskusi tersebut mencakup strategi implementasi program ketahanan pangan yang efektif di tingkat daerah.
Irwan menjelaskan, selain padi, komoditas kopi dan kakao menjadi prioritas pengembangan karena kultur tanah di wilayah Pinrang, Enrekang, dan Tana Toraja yang hampir sama. Potensi besar dari komoditas ini perlu dikembangkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. “Kita memang prioritas utamanya adalah sawah. Alhamdulillah itu sudah berjalan dengan baik. Kami bertiga ini hampir sama semua kultur tanah. Karena itu yang diprioritaskan lebih dulu adalah kopi dan kakao,” tambahnya.
Dukungan Kementan dan Komitmen Pemberantasan Mafia Pangan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, mengungkapkan beberapa dukungan yang telah diberikan oleh Kementerian Pertanian. Dukungan tersebut meliputi bantuan pembibitan serta alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan ini sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas petani di daerah.
Zadrak memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran Kementerian Pertanian atas bantuan dan dukungan yang diberikan. “Kami mendapatkan bantuan terkait pembibitan juga dibantu alsintan. Alhamdulillah, Pak Menteri betul-betul memperhatikan kami di daerah terpencil,” ungkapnya. Bantuan ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian di wilayah terpencil.
Irwan Hamid menambahkan, dirinya bersama dua bupati lainnya juga mengungkapkan dukungan penuh terhadap langkah Mentan Amran dalam memberantas mafia pangan. Dukungan ini mencakup penindakan tegas terhadap kasus pupuk palsu hingga kasus peredaran beras yang tidak sesuai mutu dan harga eceran tertinggi (HET). “Ini luar biasa. Kami sangat support. Kalau Pak Menteri begitu, kita juga di kabupaten siap mendukung,” imbuh Irwan. Komitmen ini mencerminkan tekad bersama untuk menciptakan ekosistem pangan yang adil dan transparan.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan secara nasional. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor pertanian di Pinrang, Tana Toraja, dan Enrekang secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Sumber: AntaraNews