Tepis Gelombang PHK, Menaker Klaim Industri di RI Justru Tumbuh
Menaker mengklaim berbagai kawasan industri terus berkembang sebagaimana program-program strategis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menepis isu yang menyebut adanya gelombang besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai perusahaan di Indonesia belakangan ini. Dia menegaskan informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat dan perlu diverifikasi lebih lanjut.
"Yang pertama yang ingin saya sampaikan adalah memang ada beberapa perusahaan yang kalau kami baca di media juga dituliskan ada PHK ya. Setelah kita cek sebenarnya juga tidak semuanya," kata Yassierli dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (5/3).
Sebagai contoh, dia menyebut kasus perusahaan Mayora yang sempat diberitakan melakukan PHK massal. Namun, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Kita sudah cek ternyata ya tidak seperti itu beritanya. Bahkan ada beberapa yang dilaporkan PHK malah kemudian ya pekerjaannya malah nambah," lanjut dia
Yassierli juga menyoroti penyebaran daftar perusahaan yang disebut melakukan PHK, tetapi tanpa mencantumkan tahun kejadian. Setelah ditelusuri, ternyata beberapa kasus dalam daftar tersebut berasal dari tahun 2021, bukan kejadian terbaru.
"Sehingga menurut kami kita validitas dari informasi yang beredar itu menurut saya itu sama-sama kita kemudian kita jaga," tegasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan PHK merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi makro, daya saing perusahaan, hingga tata kelola internal masing-masing industri. Namun, dia menekankan data yang dirilis Kementerian Perindustrian justru menunjukkan adanya pertumbuhan industri di Indonesia.
"Saya komunikasi dengan menteri perindustrian. Malah kalau kita lihat terjadi pertumbuhan industri sebenarnya. Manufaktur penyerapan tenaga kerja tahun lalu itu 1 juta lebih," tambah Yassierli.
Dia juga mengakui memang ada beberapa sektor industri yang mengalami kontraksi, namun di sisi lain, banyak juga perusahaan yang terus tumbuh dan bahkan tengah bersiap untuk merekrut ribuan pekerja baru.
"Pak Wamen (Immanuel Ebenezer) juga mengunjungi beberapa pabrik yang kemudian akan menyerap sekian ribu pekerja," ungkapnya.
Selain itu, Yassierli menyoroti berbagai kawasan industri yang terus berkembang serta program-program strategis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Program-program ini, menurutnya, akan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah yang sangat besar di masa mendatang.
"Kita punya kawasan-kawasan pertumbuhan industri yang itu juga tumbuh. Belum lagi program-program strategis Bapak Presiden Prabowo yang kemudian itu akan menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang sangat signifikan. Jadi ini harapan kami dan saya berharap kita bisa bekerja sama dalam hal ini," tutup Yassierli.