Tahukah Anda? Wagub Jatim dan PT SGN Dorong Percepatan Swasembada Gula Nasional, Pastikan Gula Petani Terserap Pasar
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berupaya keras mempercepat Swasembada Gula Nasional, memastikan gula petani terserap pasar. Apa strateginya?
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) secara aktif mendorong percepatan penyerapan gula dari petani tebu rakyat. Langkah ini diambil di Surabaya pada Kamis, 11 September, sebagai respons terhadap dinamika pasar gula nasional yang terus berkembang.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil panen gula petani dapat terserap dengan baik oleh pasar, meskipun produksi gula nasional cukup tinggi. Keberpihakan pada petani tebu rakyat menjadi kunci utama dalam mencapai program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.
Tantangan utama saat ini adalah menyeimbangkan pasokan dan permintaan serta menertibkan peredaran gula rafinasi ilegal. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan BUMN diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta pasokan gula di pasaran.
Tantangan dan Komitmen Penyerapan Gula Petani
Salah satu tantangan utama dalam industri gula nasional adalah memastikan gula hasil panen petani dapat terserap optimal oleh pasar. Dari total sekitar 400 ribu ton gula di Indonesia, sekitar 100 ribu hingga 150 ribu ton telah dibeli pedagang, sementara 150 ribu ton masih milik PT SGN. Sisanya, sekitar 100 ribu ton, merupakan milik petani tebu rakyat yang sangat bergantung pada penyerapan pasar.
Emil Dardak menjelaskan bahwa gula petani diproses di pabrik dengan sistem bagi biaya produksi. Oleh karena itu, para petani sangat berharap produk mereka dapat terserap dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan gencar-gencarnya pemerintah dalam menegakkan hukum terhadap peredaran ilegal gula rafinasi yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi industri.
“Alhamdulillah PT SGN tidak hanya memikirkan perusahaan tetapi juga memastikan gula petani ikut terbeli,” ujar Emil. Pernyataan ini menunjukkan komitmen PT SGN dalam mendukung kesejahteraan petani tebu. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mencapai target swasembada gula.
Sinergi Lintas Sektor untuk Swasembada Gula
Wagub Emil Dardak menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan gula di pasaran. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai krusial. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan tercapainya swasembada gula pada tahun 2026.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam menjaga keberlangsungan industri gula nasional. Selain itu, PT SGN juga berupaya mengedepankan kesejahteraan petani tebu. Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam upaya mencapai target swasembada gula.
Mahmudi menambahkan bahwa pemerintah melalui Danantara telah membeli gula petani, baik milik SGN maupun RNI, senilai Rp1,5 triliun. Meskipun demikian, masih ada sekitar 100 ribu ton gula petani yang menunggu untuk terserap pasar. “Kami berharap langkah ini memperkuat upaya menertibkan peredaran gula rafinasi agar sesuai aturan,” kata Mahmudi, menekankan pentingnya regulasi yang ketat.
Sumber: AntaraNews