Tahukah Anda? OIKN Targetkan 30% Tenaga Kerja Lokal, Wujudkan Pemberdayaan Warga Lokal IKN Berdaya Saing
Otorita IKN berkomitmen penuh dalam Pemberdayaan Warga Lokal IKN dengan menargetkan 30% tenaga kerja dari masyarakat setempat. Simak bagaimana mereka disiapkan!
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan IKN. Keterlibatan ini bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Fokus utamanya adalah pemberdayaan warga di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Langkah ini diambil agar pembangunan IKN tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik. Namun juga mencakup pengembangan kualitas sumber daya manusia di sekitar kawasan. OIKN berupaya agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat langsung dari proyek nasional ini.
Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menyampaikan hal ini di Sepaku. Pernyataan tersebut disampaikan di Penajam Paser Utara pada Minggu (02/11). Berbagai program pelatihan dan pendidikan telah disiapkan untuk mencapai tujuan pemberdayaan ini.
Komitmen OIKN dalam Pemberdayaan Warga Lokal IKN
Pembangunan IKN bukan hanya tentang megastruktur, melainkan juga tentang pembangunan ekosistem sosial yang kuat. OIKN berkomitmen penuh menghadirkan masyarakat lokal yang unggul dan berdaya saing sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan IKN. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan IKN yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, OIKN mendorong agar sedikitnya 30 persen tenaga kerja di perusahaan mitra yang beroperasi di IKN berasal dari masyarakat lokal. Kebijakan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk pemberdayaan masyarakat di wilayah deliniasi IKN. Harapannya, hal ini akan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi komunitas sekitar.
Inisiatif ini sekaligus memperkuat peran masyarakat lokal dalam mendukung pembangunan dan pengelolaan kawasan IKN. Dengan demikian, warga setempat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama yang berkontribusi aktif. Pemberdayaan warga lokal IKN menjadi prioritas untuk menjamin keberlanjutan proyek tersebut.
Meningkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan dan Sertifikasi
Untuk mendukung target keterlibatan 30 persen tenaga kerja lokal, OIKN telah menyelenggarakan berbagai program peningkatan kapasitas. Salah satu contoh nyata adalah pendidikan dasar satpam kualifikasi gada pratama. Sebanyak 47 siswa asal Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, disiapkan sebagai tenaga pengamanan lingkungan yang unggul, disiplin, dan kompeten.
Pelatihan dan pendidikan yang diberikan ini bertujuan untuk membentuk masyarakat sekitar IKN menjadi sumber daya yang siap bekerja. Mereka akan memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional. Ini penting agar mereka mampu bersaing di pasar kerja yang semakin ketat.
Dengan sertifikasi yang diperoleh, masyarakat lokal diharapkan mampu bersaing dan tidak hanya menjadi penonton pembangunan IKN. Pendidikan dan pelatihan yang mendapatkan sertifikasi ini merupakan pengembangan kompetensi kerja. Ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas peluang karier di masa depan.
Masyarakat Lokal sebagai Pemain Utama Pembangunan IKN
Visi OIKN adalah menempatkan masyarakat lokal sebagai pemain kunci dalam pembangunan IKN, bukan sekadar penerima manfaat pasif. Keterlibatan aktif ini akan menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap keberhasilan IKN. Ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan yang adil dan merata.
Alimuddin menekankan pentingnya kesiapan masyarakat lokal. "Masyarakat lokal harus disiapkan menjadi pemain di IKN, dengan terus berlatih dan mempersiapkan diri," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi bagi warga setempat untuk proaktif dalam mengembangkan diri.
Melalui berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas, OIKN berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan warga lokal. Mereka diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan IKN. Ini akan memastikan bahwa IKN bukan hanya menjadi kota baru, tetapi juga pusat pertumbuhan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber: AntaraNews