Tahukah Anda? Kemenparekraf Dorong Ekonomi Kreatif Gorontalo Lebih Kompetitif dan Go Global
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mendorong subsektor Ekonomi Kreatif Gorontalo agar lebih kompetitif, tak hanya nasional tapi juga global, seiring konsistensi HACF.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara aktif mendorong subsektor Ekonomi Kreatif Gorontalo agar semakin kompetitif. Dorongan ini bertujuan agar produk kreatif daerah tersebut tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga merambah pasar global.
Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan hal tersebut di Gorontalo pada Sabtu, 27 September 2025, saat menyoroti pelaksanaan Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) 2025. Konsistensi acara HACF selama beberapa tahun terakhir dinilai sangat membantu pertumbuhan pelaku Ekonomi Kreatif Gorontalo.
Kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Bank Indonesia juga menjadi kunci utama dalam upaya ini. Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kemampuan UMKM lokal agar dapat naik kelas menjadi industri kreatif yang membanggakan daerahnya, sehingga memperkuat pondasi Ekonomi Kreatif Gorontalo.
Konsistensi HACF dan Peran Bank Indonesia
Pelaksanaan Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) secara konsisten telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi pelaku Ekonomi Kreatif Gorontalo. Festival ini menjadi wadah penting bagi para seniman dan pengrajin lokal untuk menampilkan karya-karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa konsistensi kegiatan seperti HACF sangat vital dalam mendukung ekosistem kreatif. "Kolaborasi dengan Bank Indonesia juga luar biasa. BI terus mendorong dan meningkatkan kemampuan UMKM agar bisa naik kelas menjadi industri kreatif yang membanggakan daerahnya," ujarnya.
Dukungan dari Bank Indonesia tidak hanya terbatas pada pameran, tetapi juga melalui program peningkatan kapasitas dan pendampingan. Hal ini memastikan UMKM Ekonomi Kreatif Gorontalo memiliki bekal yang cukup untuk bersaing dan berkembang di pasar yang lebih besar.
Potensi Subsektor Kreatif dan Akses Pasar Global
Selain subsektor fesyen, kuliner, dan kriya yang sudah dikenal luas, Ekonomi Kreatif Gorontalo juga memiliki potensi besar pada subsektor lain yang diminati generasi muda. Subsektor ini mencakup film, musik, aplikasi, game, hingga modifikasi otomotif.
Menteri Riefky menyoroti tren musik Indonesia timur yang kini tidak hanya populer secara nasional, tetapi juga mendunia. "Momentum ini bisa dimanfaatkan musisi Gorontalo dengan dukungan kita semua," katanya, menunjukkan peluang besar bagi musisi lokal.
Tantangan berikutnya adalah memastikan produk kreatif Gorontalo semakin kompetitif dengan akses pasar yang luas. Ini berarti tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar global, yang akan mendorong pertumbuhan Ekonomi Kreatif Gorontalo secara signifikan.
Sinergi Multipihak untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif
Pengembangan Ekonomi Kreatif Gorontalo memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Menteri Riefky menyebutkan bahwa peran pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, hingga Bank Indonesia dan komunitas, menjadi kunci keberhasilan.
"Tanpa dukungan semua pihak, perkembangan ekonomi kreatif di Gorontalo sulit dicapai," tegasnya. Keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah akan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan.
Dengan dukungan yang menyeluruh, diharapkan subsektor kreatif dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi di Gorontalo. Hal ini tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan melalui pengembangan Ekonomi Kreatif Gorontalo yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews