Stok Pangan Bulog Singkawang Aman Hingga 2026, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Perum Bulog Singkawang memastikan Stok Pangan Bulog Singkawang untuk beras dan minyak goreng aman hingga Maret 2026 di tiga wilayah, menepis kekhawatiran masyarakat.
Pimpinan Cabang Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi, memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng di tiga wilayah Kalimantan Barat. Stok pangan ini mencakup Singkawang, Sambas, dan Bengkayang, dalam kondisi sangat aman hingga Maret 2026 mendatang. Masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu khawatir akan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang akhir tahun dan hari raya.
Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan kekhawatiran publik terkait ketahanan pangan. Bulog menjadikan stok di gudang sebagai penopang utama pasokan, menjamin stabilitas harga dan ketersediaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bulog menjaga stabilitas harga di pasar lokal.
Total stok beras yang saat ini tersimpan di gudang Bulog mencapai sekitar 3.700 ton. Tambahan 1.000 ton beras sedang dalam perjalanan dari DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan untuk memperkuat cadangan. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga periode yang telah ditentukan.
Ketersediaan Beras dan Minyak Goreng Terjamin
Pimpinan Cabang Bulog Singkawang Noldi Ramayadi menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan. Stok yang ada di gudang Bulog menjadi penopang utama ketahanan pangan. Ini penting menjelang akhir tahun dan menghadapi hari raya di masa mendatang.
Ketersediaan beras yang melimpah ini didukung oleh pengiriman dari berbagai daerah. Pengiriman tambahan 1.000 ton beras dari DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan akan segera tiba. Hal ini semakin memperkuat cadangan pangan di wilayah Singkawang dan sekitarnya.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng. Pasokan ini menjadi bagian integral dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dukungan Bantuan Pangan dan Koordinasi Lintas Sektor
Stok beras Bulog tidak hanya untuk pasar, tetapi juga vital untuk bantuan pangan. Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Singkawang, Sambas, dan Bengkayang menerima bantuan ini. Setiap KPM mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng Minyakita.
Penyaluran bantuan pangan ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta aparat desa dan kecamatan. Sinergi ini memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan lancar.
Noldi menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam distribusi. Ia mengatakan, "Bulog tidak bisa bekerja sendiri." Koordinasi yang kuat menjamin efektivitas program bantuan pangan.
Stabilisasi Harga Melalui Operasi Pasar
Upaya stabilisasi harga pangan terus menjadi prioritas utama Bulog Singkawang. Ini dilakukan melalui berbagai strategi, termasuk operasi pasar yang terencana. Gerakan Pangan Murah (GPM) juga aktif dilaksanakan bersama Dinas Pangan setempat.
Kegiatan operasi pasar dan GPM terbukti sangat efektif dalam menekan lonjakan harga beras di pasaran. Langkah ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar. Fluktuasi harga pangan dapat diantisipasi dengan baik melalui intervensi ini.
Sinergi antara Bulog dan berbagai instansi terkait sangat krusial. Noldi menambahkan, "Sinergi ini penting agar harga pangan tetap stabil menjelang perayaan hari besar dan di tengah potensi fluktuasi harga." Ini memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews