Startup AI Singapura Dapat Suntikan Dana Rp8 Triliun
Perplexity AI, yang didukung oleh Nvidia, menawarkan alat pencarian berbasis AI yang menyajikan ringkasan jawaban secara instan kepada pengguna.
Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI), Perplexity AI, dikabarkan tengah berada dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk menggalang pendanaan sebesar SGD500 juta atau sekitar Rp8 triliun, menurut laporan Wall Street Journal pada Senin (13/5).
Jika pendanaan ini berhasil, valuasi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai SGD14 miliar. Laporan menyebutkan bahwa Accel, perusahaan modal ventura asal AS, akan memimpin putaran pendanaan ini.
Hingga saat ini, Perplexity belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.
Perplexity AI, yang didukung oleh Nvidia, menawarkan alat pencarian berbasis AI yang menyajikan ringkasan jawaban secara instan kepada pengguna. Produk ini sering dibandingkan dengan ChatGPT milik OpenAI dan Gemini milik Google, karena memiliki kemampuan untuk memberikan respons cepat dan terstruktur terhadap pertanyaan pengguna.
Perkembangan chatbot AI yang pesat dalam beberapa tahun terakhir mendorong antusiasme investor terhadap startup di sektor ini, seiring meningkatnya permintaan akan teknologi yang memberikan pengalaman pencarian lebih cerdas.
Pada Maret 2025, Reuters juga sempat melaporkan bahwa Perplexity sedang menjajaki penggalangan dana senilai SGD500 juta hingga SGD miliar, dengan potensi valuasi mencapai SGD18 miliar.
Tahun lalu, Perplexity AI telah berhasil mengumpulkan dana dengan valuasi mencapai SGD9 miliar.
Selain itu, Apple dilaporkan berencana menambahkan Perplexity sebagai opsi mesin pencari berbasis AI di peramban Safari, sebuah langkah yang berpotensi memperluas jangkauan Perplexity ke jutaan pengguna di seluruh dunia.