Sri Mulyani Ungkap Hasil Pertemuan dengan Menkeu AS Scott Bessent
Menurut Sri Mulyani, penting untuk terus memperhatikan bagaimana peran Amerika Serikat di dalam lembaga-lembaga internasional.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkap hasil pertemuannya dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent. Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka menghadiri pertemuan G20 dan IMF Spring Meeting yang diselenggarakan di Washington DC.
Sri Mulyani menjelaskan Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk menjadi anggota aktif sekaligus memimpin lembaga-lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Lembaga-lembaga ini juga akan dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai sarana untuk menjalankan berbagai agenda nasionalnya melalui kerja sama multilateral.
Menurut Sri Mulyani, penting untuk terus memperhatikan bagaimana peran Amerika Serikat di dalam lembaga-lembaga internasional, terutama dalam konteks reformasi terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Seperti yang disampaikan oleh US Treasury atau Pak Scott Bessent bahwa posisi Amerika Serikat tetap akan menjadi anggota dan sekaligus memimpin lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia yang akan juga menjadi ajang bagi pelaksanaan berbagai agenda nasionalnya Amerika Serikat melalui lembaga-lembaga tersebut," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (25/4).
Bendahara negara itu menekankan upaya reformasi dan keterlibatan bersama dalam forum-forum internasional yang diharapkan mampu menghasilkan solusi yang menyeluruh. Hal ini penting untuk menciptakan kepastian global, mengingat ketidakpastian yang terus berlangsung telah menyebabkan pelemahan proyeksi perekonomian dunia, yang berdampak pada semua negara.
"Jadi kesempatan untuk Spring Meeting ini juga untuk bisa bersama-sama menggunakan forum dan pertemuan untuk menurunkan tension atau tensi ketegangan dan juga untuk mencapai berbagai pemahaman bersama sehingga perekonomian dunia dan kondisi dari perekonomian masing-masing negara bisa terus terjaga agar tidak terjadi risiko perlemahan ekonomi atau bahkan resesi yang tentu akan berakibat kepada kesejahteraan rakyat dari semua negara. Itulah spirit yang terus dan akan terus disampaikan, besok masih akan ada pertemuan untuk baik IMF maupun Bank Dunia," bebernya.
Globalisasi
Dia juga menyoroti perubahan pandangan terhadap globalisasi yang selama ini dianggap sebagai mekanisme untuk menciptakan hubungan positif antarnegara. Menurutnya, kini muncul kesadaran baru bahwa globalisasi juga menimbulkan dampak yang tidak merata.
"Globalisasi yang selama ini adalah sebuah mekanisme untuk menciptakan hubungan antar negara yang berdasarkan positive sound game tentu telah menimbulkan juga dampak di masing-masing negara. Selama ini lebih banyak negara miskin atau negara emerging menganggap bahwa globalisasi tidak selalu menguntungkan secara adil. Namun di dalam fenomena yang sekarang terjadi justru Amerika Serikat sebagai negara terbesar di dunia juga menganggap dirinya menjadi korban dari globalisasi," ungkapnya.
Dia menambahkan kondisi tersebut menumbuhkan tekad bersama di antara anggota G20 untuk melakukan reformasi terhadap sistem perdagangan internasional. Reformasi ini akan terus menjadi agenda penting dalam berbagai forum global yang akan datang.
"Ini memberikan suatu tekad bersama di dalam pembahasan G20 bahwa rezim dari perdagangan global dan perdagangan internasional perlu untuk dilakukan reformasi. Dan inilah agenda yang akan terus dibahas di dalam forum-forum internasional," tutupnya.