LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Semester I 2016, Kalbe Farma raup laba Rp 1,15 triliun

Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga akhir tahun 2016 dapat mencapai 10 persen.

2016-08-01 16:25:30
bursa saham
Advertisement

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat, pada semester I 2016, perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 1,15 triliun atau tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,06 triliun. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga akhir tahun 2016 dapat mencapai 10 persen.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan dengan pencapaian kinerja yang positif di semester pertama, perusahaan optimistis laba bersih hingga akhir tahun masih bisa tumbuh positif.

"Dengan mempertimbangkan situasi makro ekonomi, serta kondisi kompetensi perseroan mempertahankan target laba bersih 8-10 persen," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/8).

Sementara itu, KLBF juga menargetkan pertumbuhan marjin laba operasional stabil pada tingkat 14-15 persen. Untuk menunjang target tersebut, perusahaan mempersiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun.

"Dana itu akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi," jelas dia.

Perusahaan juga mencatat penjualan bersih semester I tumbuh sebesar 9,6 persen dari Rp 8,72 triliun tahun lalu menjadi Rp 9,55 triliun. "Sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia disertai dengan meningkatnya daya beli konsumen di semester pertama. Perseroan menunjukan pemulihan pertumbuhan penjualan bertahap dan marjin yang stabil," ungkapnya.

Pada laba kotor tumbuh sebesar 8,5 persen menjadi Rp 4,6 triliun. Sedangkan, rasio laba kotor terhadap penjualan menurun dari 49,3 persen menjadi 48,8 persen. "Hal itu terutama disebabkan pelemahan nilai tukar Rupiah dibandingkan 2015," tutup dia.

Baca juga:
Semen Indonesia ekspor 180.000 ton per tahun ke Timor Leste
Meski ekonomi lemah, prospek industri makanan & minuman tetap cerah
Astra catat laba bersih semester I Rp 7,1 triliun, turun 12 persen
OJK: Dana repatriasi bisa picu naiknya harga saham RI
Mandiri Investasi yakin raup USD 20 juta dari reksadana syariah
Selama masa amnesti pajak, BEI tak pungut biaya pencatatan saham
Booming Pokemon Go tak bantu selamatkan keterpurukan saham Nintendo

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.