LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Saham Emiten Tiga Sektor Ini Disarankan Dibeli, karena Fundamentalnya Kuat

Saat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sempat menyentuh level 3.900, kini berada di level 4.623, merupakan momentum investor untuk melakukan aksi beli.

2020-04-06 15:55:51
Pasar Modal
Advertisement

Investor pasar modal di Indonesia disarankan melakukan pembelian pada saham-saham berfundamental kuat dan likuid. Pasalnya, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sempat menyentuh level 3.900, kini berada di level 4.623, merupakan momentum investor untuk melakukan aksi beli.

Menurut pelaku pasar modal, Kanya Lakshmi Sidarta, saat aksi beli, dirinya pribadi memilih yang sektor perkebunan, ritel atau consumer product serta sedikit sektor keuangan atau aset-aset BUMN yang notabene ada yang menjaga.

"Apalagi melihat pada fundamental pemangku kepentingan yang memang prudent dan teruji bertahan dalam jangka panjang,” ujar Kanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/4).

Advertisement

Kata Kanya, dalam kondisi saat ini, investor harus mulai berbenah dan merapikan daftar portofolionya. Pelajari punya saham sektor apa saja, klasifikasikan, lalu batasi hanya untuk 5-10 jenis, karena kalau kebanyakan juga kesulitan.

Setelah merapikan portofolio saham, lanjut mantan CEO IDX Channel ini, investor secara bertahap bisa mulai melakukan average down mengikuti bujet yang tersedia dan batas max coverage yang mampu diperhatikan.

“Sekalian mengasah kemampuan tes fleksibilitas. Intinya agar lebih selektif dan terukur,” katanya.

Advertisement

Berkaca pada pengalaman saat krisis lalu, saham-saham yang layak dikoleksi tentu saja yang relatif likuid dan fundamentalnya cukup kuat. Investor juga penting untuk memahami karakter dari saham tersebut.

Soal maraknya buy back saham yang dilakukan emiten, Kanya menilai, rencana tersebut merupakan kesempatan emiten untuk mengendalikan harga sahamnya supaya tidak anjlok terlalu dalam. Selain itu, dengan buy back saham, juga menjaga panic selling investor yang sedang butuh cash dan menghindari terjadinya capital/fund out flow ke luar negeri.

“Juga bisa turut serta untuk menjaga agar dana dapat terjaga di dalam negeri. Saat ini seluruh dunia sedang mengetatkan dananya, jadi secara tidak langsung pasar modal Indonesia dapat lebih terjaga warna Indonesianya,” pungkas dia.

Baca juga:
Meski Ada Virus Corona, Semen Baturaja Optimistis Penjualan 2020 Tetap Tumbuh
OJK Sebut 33 Emiten Lakukan Buyback Saham
Bos OJK Sebut Ada Tanda-Tanda Pasar Saham Dunia Bakal Rebound
Lippo Karawaci Siapkan Rp75 Miliar untuk Buyback Saham
Hadapi Gejolak Imbas Virus Corona, Lippo Karawaci Miliki Dana Tunai Rp 3,5 T
IHSG Anjlok 5 Persen Sejak Awal Pembukaan, BEI Bekukan Perdagangan Saham

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.