LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rapat Bareng Menkeu, DPD Blak-blakan Khawatir Soal Efisiensi Anggaran hingga Rp306 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan beberapa hal penting yang terkait dengan pencapaian ekonomi tahun 2024 dan strategi anggaran pemerintah tahun 2025.

Selasa, 18 Feb 2025 15:27:00
berita update
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (@ 2025 merdeka.com)
Advertisement

Komite IV DPD RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian Keuangan membahas Capaian Kinerja 2024 dan Program Kerja Tahun 2025 Kementerian Keuangan, Proyeksi APBN Tahun 2025 serta Pengawasan UU No. 9 Tahun 2018 tentang PNBP di DPR RI, Selasa (18/2).

Namun, setelah Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi menyampaikan kata pengantar, rapat tersebut menjadi tertutup. Padahal awalnya terbuka, sehingga skses siaran TV yang ditampilkan di depan ruangan dan YouTube diputus.

Kendati demikian, setelah rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pun buka suara terkait hal-hal apa saja yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, mengatakan dalam rapat kerja tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan beberapa hal penting yang terkait dengan pencapaian ekonomi tahun 2024 dan strategi anggaran pemerintah tahun 2025.

Advertisement

Suahasil menjelaskan bahwa tahun 2024 merupakan tahun yang penuh tantangan, dengan APBN yang telah ditutup dan sedang dalam proses audit.

"Tadi Bu Menteri menyampaikan paparan mengenai bagaimana kita menjalani tahun 2024, APBN tahun 2024 yang sudah kita tutup dan sekarang sedang diaudit, lalu kemudian bagaimana APBN 2025 yang kita desain tahun lalu dan kita selaraskan terus dengan prioritas-prioritas pemerintah," kata Suahasil usai menghadiri Raker dengan Komite IV DPD RI, di DPR, Jakarta, Selasa (18/2).

Advertisement

Meskipun demikian, pemerintah sudah merancang dan mendesain APBN 2025 pada tahun lalu, dengan tujuan untuk menyesuaikan anggaran dengan prioritas-prioritas yang ingin dicapai oleh pemerintah.

Bahas Efisiensi Anggaran

Anak buah Sri Mulyani ini juga menyampaikan, pentingnya efisiensi anggaran, yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan oleh negara dapat digunakan secara optimal, baik dalam operasional pemerintah maupun dalam rangka meningkatkan produktivitas dan mempercepat pemulihan ekonomi, khususnya di sektor-sektor yang dapat memperkuat ekonomi lokal dan mendukung UMKM.

"Nah, tadi telah kami sampaikan apa saja yang menjadi prioritas-prioritas pemerintah dari postur anggaran tahun 2025, yang terkait juga dengan efisiensi anggaran yang sedang kita lakukan," ujarnya.

Suahasil juga mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Komite IV DPD RI kepada kebijakan ekonomi pemerintah. Ia menyatakan bahwa komitmen Kementerian Keuangan dan pemerintah adalah untuk mendengarkan dan merespons aspirasi yang datang dari DPD, yang pada gilirannya merefleksikan kebutuhan dan harapan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saya atas nama Kementerian Keuangan berterima kasih kepada DPD yang terus memberikan perhatian kepada kami dan komitmen dari Kementerian Keuangan, dari pemerintah untuk terus mendengarkan dan betul-betul mengikuti, mendalami apa yang menjadi aspirasi dari DPD yang merupakan aspirasi dari masyarakat di seluruh Indonesia," ujarnya.

Komite IV DPD Khawatir Pemangkasan Anggaran Rp306 Triliun Sebabkan Multiplier Effect

Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ahmad Nawardi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak dari pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.

Pemangkasan anggaran sebesar Rp306,6 triliun, yang terdiri dari Rp256,1 triliun untuk belanja kementerian/lembaga (KL) dan Rp50,5 triliun untuk dana transfer daerah, dikhawatirkan bisa mempengaruhi berbagai sektor, meskipun dampaknya belum terasa saat ini.

"Dampak pemangkasan yang menurut kami sangat agresif ini akan berdampak ke depan, tapi belum kita rasakan untuk saat ini. Semoga tidak berdampak," kata Ahmad dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Jakarta, Selasa (18/2).

Ahmad mengakui bahwa awal tahun 2025 ini memang diwarnai dengan isu penting, termasuk keluarnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi belanja negara serta surat dari Menteri Keuangan terkait pemangkasan anggaran.

Advertisement

Komite IV DPD berharap, dengan kepemimpinan Menteri Keuangan yang dinilai sangat kompeten, efisiensi anggaran ini tidak akan berdampak negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti stabilitas sosial, ekonomi, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat.

Berita Terbaru
  • Viral Dugaan Pungli Polisi ke WNA di Bali, ini Klarifikasi Kapolres Badung
  • Fakta Baru Terungkap, Sopir Taksi Green SM Baru 2 Hari Kerja Saat Kecelakaan
  • Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan Ini: 3 Drama China Terbaik dengan Genre Fantasi Hingga Sejarah
  • Kemlu Pastikan 4 ABK WNI Selamat Usai Pembajakan Kapal di Perairan Somalia
  • Komnas HAM Angkat Bicara, Kritik Pernyataan Pigai soal Tim Asesor
  • berita update
  • efisiensi anggaran
  • wamenkeu suahasil nazara
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
T
Reporter Tira Santia
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.