LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pungutan OJK kepada emiten dinilai tidak adil

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Franky Welirang, menilai pungutan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak adil. Sebab, pemberlakuan pungutan tidak merata di seluruh emiten pasar modal. Pihaknya tidak mempermasalahkan besaran pungutan. Namun, dia menekankan pada ketepatan kebijakan.

2017-09-06 11:59:41
OJK
Advertisement

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Franky Welirang, menilai pungutan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak adil. Sebab, pemberlakuan pungutan tidak merata di seluruh emiten pasar modal.

"Begini emiten bank, sama non emiten bank sama-sama dipungut. Emiten asuransi sama non asuransi sama-sama dipungut. Emiten leasing dan non leasing dipungut. Semuanya yang finance (dipungut)," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (6/9).

"Sekarang ada emiten semen, misalnya. Emiten semen dipungut, non semen tidak dipungut. Tidak fair, posisinya tidak fair," tambahnya.

Menurutnya, pihaknya tidak mempermasalahkan besaran pungutan. Namun, dia menekankan pada ketepatan kebijakan.

"Kalau pungutan Rp 300 juta, okelah kecil. Ini bukan masalah besar kecil, ini masalah ketepatan," ucapnya.

Franky menambahkan pihaknya juga meminta kejelasan mengenai kementerian mana yang menjadi mitra. Sebab, dalam berbisnis, emiten harus mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah.

"Kalau dulu kan kemenkeu. Kami harapkan di kemenkeu ada tupoksi mengenai pasar modal. OJK kan satu badan independen, sebagai satu badan independen dan dia controller, dia bukan bagian daripada pemerintahan.Tapi kami emiten kan ada hubungan masalah peraturan pemerintah dan sebagainya," tuturnya.

Baca juga:
Jika divestasi Freeport lewat IPO, bos BEI janjikan saham aman dari investor asing
Citibank resmi menjadi Account Operator pertama di pasar modal Indonesia
Gerai ditutup, induk usaha 7-Eleven tak mampu bayar utang ratusan miliar
Bos BEI sebut penurunan suku bunga BI bikin pasar modal lebih menarik
Semester I, Phapros raup laba Rp 35,2 M dari target akhir tahun Rp 100 M
Incar Rp 3 T, WIKA Gedung siap melantai di bursa November 2017
Ini cara OJK dorong pertumbuhan pasar modal Indonesia

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.