Puncak Arus Balik Libur Lebaran, PT ASDP Catat 127.853 Orang Tinggalkan Pelabuhan Bakauheni
Angka tersebut meliputi penumpang pejalan kaki maupun yang berada di atas kendaraan.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni mencatat sekitar 127.853 orang telah meninggalkan Lampung pada Libur Lebaran Idul Fitri 2025 melalui pelabuhan Bakauheni, selama 24 jam pada Sabtu 5 April 2025.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin mengatakan, angka tersebut meliputi penumpang pejalan kaki maupun yang berada di atas kendaraan.
"Untuk total penumpang pejalan kali sebanyak 13.737, Sedangkan penumpang yang berada di atas kendaraam ada sebanyak 113.366 penumpang,” katanya Minggu (6/5).
Dia menjelaskan, perjalanan kali ini melibatkan 36 kapal dengan total 120 trip perjalanan, dengan 34.725 unit kendaraan yang berhasil diangkut melalui pelabuhan Bakauheni menuju pulau Jawa.
"Untuk rinciannya, ada sebanyak 17.635 unit sepeda motor yang berhasil diangkut sedangkan untuk roda empat sendiri sebanyak 16.623 unit," jelasnya.
Lalu, lanjut Syamsudin untuk bus yang berhasil diangkut sebanyak 467 unit. Untuk angkutan besar sendiri yang melalui pelabuhan Bakauheni yakni 0.
"Dikarenakan kendaarn angkutan besar dialikan ke pelabuhan Wika Beton dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ). Dengan total angkutan besar yang berhasil diangkut pada pelabuhan Wika Beton sebenyak 865 dan pada Pelabuhan BBJ 375 unit," lanjutnya.
Strategi Alternatif Penyeberangan
Sebelumnya, Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika, mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki strategi alternatif dalam mengurai kepadatan kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Bakauheni.
"Strategi yang kita lakukan karena waktu juga sudah malam, kesepatan antara Polda Banten dan Polda Lampung kita menggunakan pelabuhan Wika Beton dan pelabuhan Ciwandan," katanya saat diwawancari di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (6/4).
Berdasarkan pantauan merdeka.com, kondisi pagi terlihat landai dan kendaraan yang berada di kantong parkir pun, tak mengalami penumpukan seperti malam hari. Sementara tampak lengah pada gerbang pintu masuk pelabuhan Bakauheni.
Reporter: Yosephin Suci Wulandari