Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Gelombang Kedua Terjadi di Terminal Guntur Garut
Terminal Guntur Garut alami puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua pada Sabtu ini, dengan ribuan penumpang kembali setelah libur panjang dan dimulainya kegiatan sekolah.
Terminal Tipe A Guntur Garut, Jawa Barat, kembali menghadapi puncak arus balik Hari Raya Lebaran 2026 pada Sabtu, 28 Maret 2026. Fenomena ini merupakan gelombang kedua setelah puncak pertama yang terjadi pada Selasa sebelumnya. Lonjakan penumpang ini diprediksi karena berakhirnya masa libur panjang dan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar.
Kepala Terminal Tipe A Guntur Garut, Bambang Rusdiana, mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang hari ini. Setelah sempat menurun pasca-puncak pertama, angka keberangkatan kembali melonjak drastis. Terminal ini melayani rute antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Puncak arus balik pertama tercatat pada Selasa, 24 Maret, dengan 7.449 penumpang yang diberangkatkan dari terminal. Pada Sabtu siang, jumlah penumpang sudah mencapai 6.533 orang, menunjukkan tren kenaikan yang jelas. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga malam hari seiring dengan berakhirnya masa liburan.
Lonjakan Penumpang dan Prediksi Gelombang Kedua
Puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Guntur Garut menunjukkan pola dua gelombang yang berbeda. Setelah mencatat angka tertinggi pada Selasa dengan 7.449 orang, jumlah penumpang sempat menurun sebelum kembali naik pada Sabtu ini. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa banyak pemudik memilih untuk menunda kepulangan mereka.
Bambang Rusdiana menyatakan, "Hari ini gelombang kedua untuk arus balik karena kemarin hari Selasa yang ramai, turun lagi, sekarang (Sabtu) meningkat." Hingga Sabtu siang, tercatat 6.533 penumpang telah diberangkatkan, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah.
Peningkatan jumlah penumpang ini sangat mungkin disebabkan oleh dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada hari Senin. Banyak keluarga dengan anak sekolah kemungkinan besar memilih untuk kembali pada akhir pekan ini demi mempersiapkan diri.
Kesiapan Armada dan Pelayanan Optimal
Untuk mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2026 ini, Terminal Guntur Garut telah memastikan ketersediaan armada bus yang memadai. Tiga perusahaan otobus utama, yaitu Primajasa, MGI, dan Karuniabakti, telah menyiapkan total 172 bus. Jumlah ini juga dilengkapi dengan bus cadangan untuk mengantisipasi lonjakan tak terduga.
Kepala Terminal Guntur Garut menegaskan bahwa semua penumpang terlayani dengan baik dan tidak ada yang terlantar. Jika terjadi kekurangan bus, pihak perusahaan otobus sudah siap dengan unit cadangan. Hal ini memastikan kelancaran proses keberangkatan bagi seluruh pemudik.
Kementerian Perhubungan sendiri telah menetapkan penutupan posko arus balik hingga Senin, 30 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi "ceceran" penumpang yang mungkin masih melakukan perjalanan balik karena durasi libur yang panjang.
Kenyamanan dan Keamanan Penumpang Prioritas Utama
Terminal Tipe A Guntur Garut memprioritaskan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jasanya selama periode arus balik Lebaran 2026. Dengan koordinasi yang baik antara pihak terminal dan perusahaan otobus, setiap aspek pelayanan diupayakan berjalan lancar.
Bambang Rusdiana menambahkan, "Semua terkendali, sehingga mereka (penumpang) pengguna jasa terminal merasa nyaman, aman dan terlayani." Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang positif bagi pemudik.
Prediksi menunjukkan bahwa sekitar 20 hingga 30 persen pemudik masih akan melakukan perjalanan balik dari Terminal Guntur Garut. Arus balik ini diperkirakan akan berlangsung hingga Minggu, 29 Maret, bahkan beberapa orang mungkin baru kembali pada Senin, 30 Maret.
Sumber: AntaraNews