Premium dan Solar masih jadi primadona masyarakat Indonesia
"Primadonanya masih Premium dan Solar. Karena mungkin masyarakat kita entah daya belinya masih rendah."
Kendati harga Pertamax dan Pertalite sudah mengalami penurunan, masyarakat nyatanya masih terpikat dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar.
Hal ini diungkapkan oleh supervisor SPBU Veteran dengan kode 34.12301, Wiratno di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Wiratno mengungkapkan, selain lebih murah, Premium dan Solar mayoritas masih digilai oleh transportasi umum yang sekarang sudah semakin menjamur di wilayah Jakarta.
"Primadonanya masih Premium dan Solar. Karena mungkin masyarakat kita entah daya belinya masih rendah atau cari yang murah ya tapi mereka cari yang pas buat kantong mereka. Apalagi kebutuhan sedang mahal juga," ujarnya.
Namun demikian, kesadaran masyarakat untuk mengurangi pembelian Premium dan Solar kian meningkat. Apalagi, beberapa sepeda motor yang menggunakan mesin berteknologi baru sudah menganjurkan penggunanya membeli Bahan Bakar Khusus (BBK).
"Walau Premium dan Solar masih penjualan terbanyak, tapi Pertamax series penggunanya juga meningkat. Itu kesadaran mereka sudah bertambah dengan ngisi Pertamax series. Kalau dulu kan ya mohon maaf kadang Alphard saja isi premium," kata dia.
Selain itu, lanjut Wiratno, harga BBK sekarang seperti Pertamax, sudah tidak sekejam dahulu. Semua golongan kini sudah bisa membeli Pertamax.
"Kalau sekarang kan harga BBK enggak terlalu kejam kayak dulu ya. Kisarannya saja pertamax cuma Rp 7.350. Kalau dua taun lalu kan di atas Rp 10.000," pungkasnya.
Baca juga:
Tak mau takaran dicurangi, Pertamina bongkar cara kerja mesin SPBU
Pertama kali, Pertamina sewa Susi Air salurkan Solar ke perbatasan
Pertamina tak segan putus usaha SPBU curangi takaran
Penggunaan infrastruktur bersama bisa tekan harga gas
Protes regulasi, ratusan warga keroyok bos Pertamina di Padang
Cara konsumen tekan kecurangan SPBU: Awasi takaran dan minta struk
Pertamina akui kecolongan, kecurangan SPBU Rempoa gunakan modus baru