Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penggunaan infrastruktur bersama bisa tekan harga gas

Penggunaan infrastruktur bersama bisa tekan harga gas aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi dengan menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) dan PT Pertamina (Persero) akan menciptakan efisiensi biaya sehingga berujung pada turunnya harga gas yang harus dibayar konsumen.

"Berarti bisa sign satu kontrak untuk delivery jalur yang lebih panjang dari yang tadinya harus sign 2-3 kontrak yang pasti lebih mahal. Dengan begitu harga gas di tujuan bisa lebih murah," ujar Pengamat Energi dari Universitas Indonesia Berly Martawardaya di Jakarta, Rabu (8/6).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memutuskan menjadikan Pertamina sebagai induk usaha (holding) BUMN di sektor energi. PGN akan menjadi salah satu anak usaha holding BUMN energi tersebut. Kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding BUMN energi bisa dituntaskan pada tahun ini.

Mekanisme penggabungan PGN ke Pertamina hingga saat ini masih dalam proses kajian. Sambil menunggu peraturan pemerintah terkait penggabungan tersebut, Pertamina yang ditunjuk sebagai induk usaha akan memastikan dari sisi operasional.

Tim gabungan, yang terdiri dari Pertamina dan PGN akan melakukan pemetaan lokasi pipa-pipa infrastruktur gas, baik transmisi maupun distribusi yang ada.

Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim, mengatakan penggabungan PGN ke Pertamina akan membuat utilisasi infrastruktur gas nasional akan lebih optimal. Kemampuan badan usaha untuk menambah infrastruktur pipa gas juga akan menjadi lebih besar.

"Biaya investasi maupun operasi akan lebih efisien bagi kedua badan usaha," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, harga gas yang harus dibayarkan masyarakat akan menjadi lebih murah karena pemanfaatan bersama fasilitas akan meningkatkan volume aliran dan dengan itu toll fee bisa diturunkan. "Semakin besar volume yang mengalir akan semakin besar toll fee yang turun," tegas Ibrahim.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Essential for Services Reform Fabby Tumiwa, mengatakan pembentukan holding BUMN energi berpotensi bisa membantu untuk mengkoordinasi pembangunan pipa gas dan fasilitas storage serta fasilitas pendukung lainnya.

"Penggabungan ini membuat modal keduanya lebih kuat dan menghindari adanya persaingan," jelas Fabby.

Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas) pada tahun ini menargetkan menambahkan pipa transmisi open acces sepanjang 400 kilometer (km). Saat ini, perseroan memiliki jaringan pipa transmisi open access terpanjang di Indonesia, yaitu 2.200 km. Dengan sistem open access, semua jaringan pipa perseroan bisa digunakan oleh siapa pun.

Sementara itu, PGN hingga saat ini telah membangun pipa gas sepanjang 825 km selama setahun terakhir. Pipa gas tersebut terdiri dari pipa transmisi open access dan pipa distribusi gas bumi. Jika pada akhir 2014 panjangnya sudah 6.161 km maka total panjang pipa gas bumi yang dimiliki PGN saat ini mencapai 6.989 km.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP