Cara konsumen tekan kecurangan SPBU: Awasi takaran dan minta struk
Merdeka.com - PT Pertamina menilai kecurangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga terjadi akibat ketidaktelitian konsumen. Atas dasar itu, perusahaan energi pelat merah itu memberikan sejumlah tips agar konsumen bisa menekan potensi kecurangan SPBU.
General Manager Pertamina Region III Jumali meminta konsumen untuk mengawasi keseluruhan pergerakan angka di mesin SPBU.
"Distandar layanan, kami wajibkan operator memperlihatkan angka di takaran mulai dari nol. Kadang pelanggan cuma lihat angka di awal atau akhirnya saja, padahal bisa saja angka berubah ditengah-tengah. Pelanggan juga perlu care terhadap itu," ujarnya dalam konferensi pers di SPBU Corporate Owned Corporate Operate (COCO), Jalan Abdul Muis, Jakarta, Selasa (7/6).
Di sisi lain, menurut Jumali, pihaknya juga sering melakukan inspeksi mendadak ke SPBU.
"Datang nunjukin ID Card, ngecek takaran. Setelah itu kami akan kasih tahu ke auditor agar lebih awas lagi."
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengingatkan konsumen agar tak segan meminta struk kepada petugas SPBU. Ini bisa memudahkan pihaknya melakukan pengecekan
"Struknya diambil saat isi bensin, jadi kalau ada apa-apa bisa disampaikan pada kami. Tim kami bisa membantu pelanggan melakukan pengecekan dan polisi yang melakukan pendalaman." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya