Prediksi Bill Gates: Masyarakat Nantinya Hanya Bekerja Dua Hari dalam Sepekan
engan ini, perusahaan akan melakukan pemikiran ulang tentang penyediaan tempat kerja saat tak lagi diperlukan.
Pendiri Microsoft Bill Gates memprediksi waktu bekerja manusia akan menjadi hanya 2 hari dalam sepekan pada 10 tahun ke depan. Kian singkatnya waktu bekerja ini berkat meningkatnya adopsi penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
"Kecerdasan buatan akan segera mengotomatiskan hampir semua hal, dan dengan itu, akan hadir kerja dua hari dalam sepekan dalam satu dekade," kata Bill Gates kepada Jimmy Fallon di The Tonight Show, sebagaimana diberitakan Fortune dikutip, Minggu (6/4).
Dengan laju inovasi saat ini, salah satu pendiri Microsoft tersebut memperkirakan bahwa manusia tidak akan lagi dibutuhkan untuk sebagian besar hal. Dengan ini, perusahaan akan melakukan pemikiran ulang tentang penyediaan tempat kerja saat tak lagi diperlukan.
"Seperti apa pekerjaan nantinya? Haruskah kita bekerja hanya 2 atau 3 hari seminggu?" ucap Bill Gates menyakinkan.
Ini bukan pertama kalinya miliarder itu menyinggung pemendekan minggu kerja. Pada tahun 2023, ketika ChatGPT masih dalam tahap awal, Gates mengatakan masyarakat akhirnya sampai pada skenario di mana bekerja tiga hari seminggu.
Tujuan Hidup Bukan untuk Bekerja
Menurutnya penyesuaian waktu kerja ini adalah norma baru. Dia menekankan masyarakat harus mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan lebih banyak waktu luang.
"Jika Anda memperbesarnya, tujuan hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan," katanya.
Pengurangan jam kerja mungkin menjadi kabar baik bagi banyak pekerja yang berjuang melawan kelelahan, keletihan, dan keputusasaan setelah pandemi. Dan ada indikasi bahwa peralihan ke minggu kerja empat hari, khususnya, bermanfaat.
Apalagi, sejumlah perusahaan menemukan bahwa pengurangan jam kerja satu hari meningkatkan produktivitas hingga 24 persen dan mengurangi kelelahan hingga setengahnya.
Meskipun penerapan lembar kerja yang dipersingkat belum menjadi tren, tren ini terus berubah. Misalnya, pemerintah Metropolitan Tokyo baru-baru ini mengumumkan perubahan ke 4 hari kerja dalam sepekan, sebagian untuk membantu meningkatkan angka kelahiran di Jepang.