Pertumbuhan mal di Jakarta melambat
Bergeser ke daerah penyangga: Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Pertumbuhan pusat belanja di Jakarta akan mengalami perlambatan. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah provinsi DKI Jakarta menekan pertumbuhan mal yang kerap menjadi biang kemacetan ibu kota.
Head Of Research and Advisory Chusman and wakefield Arief Rahardjo mengatakan pengembangan pusat perbelanjaan akan bergeser ke daerah penyangga ibu kota, seperti Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Di wilayah yang terkenal dengan sebutan Bodetabek itu juga tengah dijamuri oleh proyek perumahan.
"Pertumbuhan ritel melambat karena ada keberlanjutan moratorium pusat perbelanjaan yang dirumuskan oleh Gubernur DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan lalu lintas," jelas Arief, Sabtu (19/7).
Meskipun prospek kurang bagus, tetapi pada kuartal II tahun ini, jumlah pasokan kumulatif mencapai 3.990.200 meter persegi (m2). Pasokan tersebut terdiri dari 2.875.200 m2 pusat perbelanjaan sewa dan pusat perbelanjaan strata title sebanyak 1.115.000 m2.
"Meski plasa Ex ditutup dan dibukanya sebagian toko di Lippo mall Puri, The St. Moritz jumlah pasokan kumulatif ritel di Jakarta meningkat 0,5 persen," ungkapnya.
Sampai akhir tahun ini, ruang ritel sebesar 144.000 m2 diharapkan dapat memasuki pasar. Dimana, sebagian besar pasokan yang masuk tersebut merupakan pusat perbelanjaan.
"Jika pusat-pusat perbelanjaan yang direncanakan dapat terbangun sesuai dengan jadwal yang ditargetkan, maka total ruang ritel di Jakarta mencapai 4.134.200 M2," ucap dia.
Untuk harga sewa ada penaikan 0,6 persen dibanding kuartal I. Hal ini disebabkan oleh penaikan harga sewa dasar dan service charge yang sudah terjadi pada kuartal sebelumnya.
Hingga akhir Juni 2014, rata-rata harga sewa dasar untuk lokasi premium naik 0,3 persen menjadi Rp 663.300/m2/bulan. Service charge naik 2,3 persen menjadi Rp 125.200/m2/bulan.
Baca juga:
Pusat investasi properti di Indonesia bakal bergeser
Bangun citypark di Medan dan Surabaya, Perumnas rogoh Rp 600 M
Nilai tukar Rupiah melemah, harga sewa hunian ikut turun
Pemilu buat penjualan perkantoran kawasan CBD lambat