Nilai tukar Rupiah melemah, harga sewa hunian ikut turun
Merdeka.com - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika atau USD diakui mempengaruhi harga sewa hunian pada kuartal II tahun 2014 di Indonesia. Pasalnya harga sewa yang dibayarkan mayoritas dalam mata uang Rupiah dan pengeluaran dalam bentuk USD. Selama kuartal kedua, Rupiah menyentuh angka Rp 11.975 per USD.
Senior Associate Director PT. Chusman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo mengatakan harga sewa apartemen service jadi menurun 1,1 persen dibanding kuartal I atau setara USD 28,7 per meter.
"Penurunan ini merupakan dampak dari turunnya nilai tukar Rupiah terhadap USD, karena beberapa apartemen hanya menerima mata uang rupiah," ujar Arief di Jakarta, Rabu (16/7).
Kemudian, pada kondominium sewa terjadi penurunan sebanyak 3,5 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama ditahun sebelumnya. Rata-rata harga sewa mengalami penurunan sebesar 1,5 persen atau setara USD 21,7 per meter persegi.
"Meski harga sewa mengalami penurunan, tetapi angka tersebut meningkat 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya," kata dia.
Namun, harga sewa diperkirakan akan stabil walaupun tarif dasar listrik naik pada bulan Juli ini. Menurut dia, hal ini dikarenakan kebanyakan apartemen tidak berencana untuk langsung menaikkan harga sewa. "Ini akan mengikuti peningkatan berkala tahunan," ucapnya.
Arief mengaku kondominium sewa tetap mendominasi pasokan di masa mendatang. Diperkirakan ada 13.800 unit yang akan masuk ke pasar tahun ini akan mempengaruhi harga sewa yang menurun dan tingkat huniannya.
Pada kuartal kedua, jumlah pasokan tingkat hunian tercatat 57.458 unit atau meningkat 9,1 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan pasokan hunian ini berasal dari kondominium sewa sebanyak 50.458 unit.
Proyek-proyek kondominium sewa yang selesai pada kuartal ini adalah Skylounge, Tamansari, Skyline apartement dan Puri park residence.
Sementara itu, Pemilu tidak memberikan banyak pengaruh pada tingkat huni dari pasar apartemen sewa Jakarta atau hanya meningkat 1,1 persen. Arief mengaku penyebabnya oleh masuknya pekerja expatriate dari perusahaan asing.
Apartemen sewa khusus merupakan satu-satunya sub sektor yang tidak mengalami peningkatan tingkat huni pada kuartal II tahun ini. Penurunannya sekitar 2,0 persen dibandingkan kuartal I. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya