Pemilu buat penjualan perkantoran kawasan CBD lambat
Merdeka.com - Permintaan pasar pada pusat perkantoran bisnis (CBD) melambat pada kuartal II tahun ini. Hal ini diakibatkan oleh adanya pemilu legislatif dan presiden.
Penyerapan permintaan pusat perkantoran distrik pada kuartal kedua ini hanya sebesar 1.100 m2. Di mana perkiraan penyerapan di 2014 sebesar 100.000 m2.
"Kebanyakan mereka (konsumen) mengambil sikap menunggu (wait and see) hingga pemilihan presiden selesai," ujar Head of Research & Advisory Cushman&Wakefield, Arief Rahardjo, di Jakarta, Rabu (16/7).
Namun, Arief mengaku pasokan baru dan penempatan ruang perkantoran justru akan lebih banyak terjadi pada semester II 2014. "Pembuat keputusan agak ditunda memang enam bulan pertama tidak ada pasokan baru yang masuk pasar perkantoran CBD sehingga tidak ada tenan," jelasnya.
Arief mengaku industri properti akan tumbuh dengan baik jika fundamental ekonomi makro bagus. Oleh karena itu, siapapun nanti presiden yang terpilih harus mampu menjaga kondisi ekonomi membaik.
"Seperti pertumbuhan ekonomi tinggi, suku bunga bank terkontrol itu yang berdampak pada industri properti," ucapnya.
Diakui oleh Arif kondisi ekonomi Indonesia masih dalam ketidakpastian. Penyebabnya tak lain pengaruh ekonomi global dan defisit anggaran akibat pembengkakan subsidi BBM.
"Siapapun (presiden) yang bisa mengatasi itu akan dilirik oleh developer. Tapi developer kelas atas itu cenderung seimbang, masing-masing punya pegangan," ungkapnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya