Pengusaha tak masalah transaksi kartu kredit kena pajak
"Kami menganggap ini masih wajar, dalam hal ini kami berusaha menjadi wajib pajak yang baik."
Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah mendukung kebijakan mengenai pengenaan pajak transaksi nontunai khususnya untuk pengeluaran melalui kartu kredit.
"Kami menganggap ini masih wajar, dalam hal ini kami berusaha menjadi wajib pajak yang baik," kata Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi seperti ditulis Antara Semarang, Jumat (6/5).
Menurut dia, pengenaan pajak melalui kartu kredit ini tidak menjadikan pengusaha takut dan khawatir untuk melakukan transaksi dengan kartu kredit.
"Memang kalau dari sisi pengusaha notabene lebih banyak menggunakan kartu kredit. Bagi kami kartu kredit ini sudah merupakan satu kebutuhan dan ini berkembang pesat," katanya.
Menurut dia, transaksi yang biasa dilakukan oleh para pengusaha tidak dalam nominal kecil sehingga tidak bisa dengan membawa uang dalam jumlah besar. "Pada dasarnya kartu kredit ini membawa peranan penting bagi dunia usaha, pengusaha sering belanja pakai kartu kredit untuk kepentingan perusahaan. Dalam hal ini tidak hanya pengusaha skala besar tetapi juga kecil dan menengah," katanya.
Dia mendukung kebijakan tersebut mengingat hal itu merupakan salah satu cara Pemerintah untuk meningkatkan anggaran belanja negara.
"Selama dilakukan dengan asas keadilan maka kami akan terus mendukung kebijakan ini. Keadilan dalam hal ini artinya masyarakat yang sudah menjadi wajib pajak harus benar-benar membayar pajak," katanya.
Diakuinya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang berusaha menghindari pajak. Kondisi tersebut harus disikapi secara tegas oleh pemerintah.
Baca juga:
Tak hanya Indonesia, kepatuhan pajak di India juga memprihatinkan
Wamenkeu: Tax amnesty bukan hanya isu pajak, tapi ekonomi
Italia berhasil raup USD 80 M dari pengampunan pajak
Pernah gagal dua kali, Bos Pajak yakin tax amnesty kali ini sukses
Apersi: Pengampunan pajak, ada yang menakuti itu sebagai perangkap
Tax Amnesty, ada pengusaha yang khawatir nanti dikejar-kejar
Lima negara surga buat perokok